Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Menikmati Buku Croissant

Menikmati Buku Croissant

pageMenulis naskah pendek antara 1000-10.000 kata, saya sudah terbiasa. Tetapi menulis naskah panjang antara 35.000-50.000 kata, buat saya sedikit ‘butuh latihan’. Pertamanya, saya agak nggak sabaran. Keduanya saya sering lupa, kemarin saya berkisah tentang apa? Dan hari ini lalu harus melanjutkan bercerita apa? Sebagai pendongeng ‘saya payah’ — tetapi sebagai orang yang memperhatikan detail. Saya termasuk orang yang cukup detail. Saya tahu jika mengenakan baju warna merah menyala dengan sepatu hijau gonjreng akan sangat norak, kecuali Anda sungguh fashionista yang berani tampil beda! Sama seperti mengkombinasikan cerita. Jadi saya tahu cara merangkai cerita yang tepat, gaun merah menyala dengan sepatu putih bertali yang anggun dan membuatnya terangkai jadi cerita menarik. Saya tidak akan mengatakan buagusssss, nanti dicap narsis hehehe,… Silahkan publik yang menilai!

Croissant ditulis long-long time ago, sekitar tahun 2009 dan seterusnya… ketika saya baru saja belajar menulis. Ketika itu saya ingin sekali menulis buku, tapi tidak tahu bagaimana caranya? Saya tidak pernah kursus menulis, yang mengajari saya menulis ya cuma ‘modal suara’ — cuma ngasih tahu ini dan itu. Tapi tidak berminat ‘memeriksa’ detail hasil kerja saya. Mungkin karena kesibukan masing-masing. Saya anggap wajar saja. Mungkin orang melihat saya dan berpikir, ‘Kayaknya dia nggak bisa nulis, paling banter ngiris bawang dan nguleg sambel!’ Who knows lah ya asumsi orang lain,… Lalu saya berusaha sendiri. Saya berpikir jika saya masih belum ‘kuat’, belum punya cukup tenaga untuk menulis novel. Saya ingin menuliskan rangkaian cerpen bertema. Sehingga seperti lari itu sifatnya estafet. Menyelesaikan satu cerita, lalu disambung cerita berikutnya. Lalu disambung cerita berikutnya dan seterusnya hingga mencapai target sebuah buku antara 35.000-50.000 kata (saya tidak suka mentarget tulisan dengan halaman lebih suka dihitung perkata, sama kayak nimbang beras jangan dihitung beratnya tapi berapa ribu/juta butir beras banyaknya?). Yang penting cerita itu bertema unik dan menjadi satu kesatuan, serta pantas dianggap sebagai buku.

Waktu kecil ibu saya sering sekali menyetel aneka lagu barat dirumah kami. Salah satu lagu yang saya suka dan saya dengarkan terus adalah dari Olivia Newton John, judul lagunya carried away. Dalam lagu itu terdapat kata c’est la vie. Artinya kurang lebih “Yah, beginilah hidup!” atau bahasa Russianya “Urip yo ngene iki,..” Kadang adil, kadang sama sekali tidak adil, mau bagaimana lagi? Bersyukur saja masih bernafas bukan? Waktu kecil saya tidak tahu apa itu artinya c’est la vie? Bahasa Inggris saja saya terbatas. Apalagi bahasa Perancis? Penguasaan bahasa Inggris saya kini kelasnya ‘lumayan’ — tetapi bahasa Perancis adalah ‘bahasa cinta’ — bahasa yang katanya romantis. Demikian pula Eiffel sering digunakan sebagai simbol-simbol latar belakang kisah romantis. Maka saya ingin membuat cerpen bertema dengan judul-judul Perancis dan isi cerita yang menggambarkan arti dari setiap kata tersebut. Saya ini rewel, saya ingin bikin cerpen tapi tidak mau cerita yang biasa-biasa saja sebangsa ‘cinta hadir disini’ atau ‘cinta pergi ke warung’ — Saya ingin CERITA YANG TIDAK BIASA, TIDAK DIDUGA, BERMAKNA, SEDIKIT MURAM, TETAPI ADA UNSUR MORALITAS yang dikemas didalamnya.

coverMaka saya mendapat gagasan untuk membuat cerpen bertema dengan judul Croissant. Judulnya itu nama kue yang sering mejeng di aneka bakery. Anda dan saya mungkin pernah menikmatinya disebuah Cafe dengan secangkir teh cammomile ketika semburat senja turun dan menyelimuti ujung cakrawala. Lalu percakapan kita ngalor dan ngidul pada aneka kisah kehidupan, yang kesemuanya muncul pada aneka cerita pendek di dalam buku Croissant ini. Ada kisah tentang keinginan seorang wanita untuk meminta maaf kepada bekas kekasihnya karena putus tanpa pamitan. Lalu meninggalkannya begitu saja untuk menikah dengan lelaki lain. Simak pada judul Rendezvous. Lalu ada kisah seorang wanita gendut yang punya kekasih pria ganteng. Ia yakin bahwa lelaki itu sungguh mencintainya hingga akhirnya ia tertipu dengan meminjamkan uang sebesar jutaan rupiah pada lelaki itu, yang akhirnya kabur! Ada pada judul Bon Appetite. Lalu kisah Touche, berkisah pada wanita yang memilih lelaki yang penampilan fisiknya tidak sempurna, tetapi ia merasa yakin dengan cinta lelaki tersebut sebagai Mr. Right. Daripada ia harus memilih lelaki yang tampan rupawan tetapi ia merasa tak yakin dan insecure/ tidak nyaman.

Kesepuluh cerita menurut saya pribadi lebih mirip dengan detail film/drama/ FTV, tanpa disengaja. Memang karena saya sedang mencari bentuk penulisan yang pertama sehingga muncul seperti ini kisah-kisahnya. Ditujukan untuk pembaca muda dan dewasa. ELEXMEDIA telah berbaik hati mengadopsi naskah ini, menjadikannya buku yang sesungguhnya. Masuk dalam jajaran Buku Baru – new release group Elexmedia/Gramedia tertanggal 27 October 2014. Dibuatkan pula cover yang cantik dan sesuai dengan imajinasi saya! Hari ini adalah hari ketiga buku CROISSANT tayang di segenap toko buku Gramedia. Harapan saya? Tentu saja laris manis terjual habis. Menyenangkan juga jika ada kritik membangun dan saran untuk buku ini. Mungkin ada yang harus diperbaiki atau ada hal yang menarik untuk dibahas, atau ada gagasan yang dapat menjadi buku berikutnya. Buat saya kesepuluh cerita adalah potret-potret kehidupan modern, metropolis dan gaya hidup masa kini yang ada diseputar kita. Hanya mencoba memotret dalam wujud kata-kata! Itu yang saya lakukan. Semua kisahnya? FIKSI belaka, hehehe,…Bukaaan, bukan cerita hidup saya,….whedewww-hehehe-.. YANG BERMINAT MEMBELI SUDAH AVAILABE AT GRAMEDIA STORES dan gramediana.com. Thanks teman-teman, have a nice day!

————————————————————————————————

croissant

Croissant

ISBN Printed : 9786020251394

Synopsis

Ditemani santainya kepulan asap teh saat senja
Sepotong croissant renyah mencecap rasa
Berlapis seperti kisah kehidupan yang tak kunjung habis
Diwakili sepuluh cerita dunia
Semoga tak lekas ucapkan bon voyage—se|amat tinggal
Hanya maklumi
c’est la vie-itulah hidup

“… kemahiran memadu judul-judul yang funky, bahasa yang light, dan pilihan tema tentang hidup yang muda dengan segala romantismenya, menjadikan kumpulan cerita buku ini seolah teman yang akan menemani kita melepas lelah.”
Sannle B. Kuncoro, penulis novel “Garis Perempuan”, “Ma Yan”, “Memilikimu”

“… mungkin berlebihan untuk mengatakan saya tersihir oleh tulisan Winda. Tetapi, pasti saya menikmati setiap kata, kalimat, dan keseluruhan ceritanya seperti ketika SD saya menikmati cerita ibu guru saya. Saya bukan sekadar menunggu ending, tetapi iuga menikmati bagaimana cerita berproses.
Her Suharyanto, pegiat dunia perbukuan dan penulisan

Facebook Comments

About Josephine Winda

4 comments

  1. langsung saya besok saya berangkat ke gramedia dah tpi btw mba jo ga ada gratisan nih buat saya wkwkwwkk plus tanda tangan gitu biar bisa pamer sama teman teman saya kalo saya dapat tanda tangan dari penulis yang saya suka https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gifsukses selalu dengan bukunya ya mba mudahan saya bisa bikin buku juga walaupun entah kapan suksees mbaaaaa semangaaathttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  2. ika makasih ya atas dukungannya…. kebetulan stocks buku yg diberikan ke saya hanya sedikit,… ini juga baru datang kemarin… nanti kapan-kapan kopdar aja ya…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif

  3. katedrarajawen

    Akhirnya selesai dan beredar juga karyanya Ci Jo, selamat, semoga sukses dan menyusul buku berikutnyahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif