Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Kebutuhan Yang Dibuat-buat

Kebutuhan Yang Dibuat-buat

Arisan! Wah, acara kesukaan ibu-ibu nih! Jadilah tadi saya dan putri saya pergi arisan. Jauh-jauh hari sudah diumumkan, akan ada dokter yang diundang datang khusus menjelaskan tentang bahaya kanker serviks. Wah, seneng dong nambah pengetahuan umum! Emang saya sering dengar tentang masalah kanker serviks, kadang baca berita atau ulasannya. Tapi menjadi berbeda dong ya, jika yang berbicara dan membawakan makalah langsung adalah seorang dokter!

Ya udah kita datang dan bersiap di acara tersebut. Dokter datang, lengkap dengan laptop dan aneka kabel data yang niatnya hendak disambungkan ke pesawat televisi. Brosur dan slides nya tentang perlindungan diri sangat lengkap. Jujur saya suka seminar. Kalau ada acara yang menambah ilmu pengetahuan, saya suka duduk manis dibangku paling depan. Mendengarkan dengan seksama. Saya juga tidak suka datang telat lalu tergopoh-gopoh. Biasanya saya selalu datang lebih pagian. Bukannya saya manusia jenius yang selalu haus ilmu pengetahuan. Saya itu orangnya kepengen tahu (kepo), serba apa kepengen tahu dan rajin bertanya. Mungkin karena saya bosenan juga, jadi saya tidak tahan rutinitas, bawaannya selalu mencari/belajar/jalan2x guna melihat hal yang baru atau menarik minat saya.

Wah, asyik nih dokternya pinter! Semua penjelasannya gamblang. Tentang virus HPV yang menyebabkan kanker serviks. Dokter juga kayak udah pengalaman banget. Karena beliau sendiri terkena kanker serviks di tahun 2001. Jadi sharing pengalamannya luar biasa, sangat menjiwai. Dan juga banyak menjelaskan tentang kebersihan area genital. Yup, we can say about that with dignity. Dengan tidak mengurangi rasa hormat. Tokh, ini bukan pembahasan mesum. Tetapi pembahasan tentang kesehatan khususnya penyakit yang sering menyerang kelamin. Pria dan wanita. Putri saya, diajak dengan harapan supaya nggak culun-culun amat, ‘masalah itu.’ Tetapi khususnya agar aware masalah kebersihan diri di area anu.

priorities

foto: onthesethings

Dokter cerita banyak tentang bagaimana virus ini muncul. Tidak melulu dari hubungan seksual tetapi bisa jadi dari kakus umum. Iyalah kita kemana-mana kan sering ke kakus umum. Virusnya itu bisa muncul dari air pembasuh (jika buang air). Banyak hal yang dikisahkan untuk pencegahan. Dengan menjaga kebersihan, membawa tissue. Cara menggunakan air dst. Jadi sebenarnya virus itu tertular dari orang yang menggunakan kamar mandi sebelum kita. Jika orang itu tidak bersih atau sembarangan dalam menggunakan ember/air/penyemprot, virusnya itu bisa tertinggal dipercikan air yang ada dan menular pada orang berikutnya. Virus ini menetap ditubuh wanita dan berkembang 3-17 tahun. jadi kalo orangnya stamina lemah, bisa jadi dalam 3 tahun virusnya mengganas menjadi kanker. Kalau stamina fit, bisa jadi si virus berdiam. Tapi dalam 17 tahun diam-diam itu si virus bisa tumbuh dan mengganas juga. Maka itu wanita perlu papsmear setahun sekali (yg sudah menikah or sexually active). Putri saya sih cok cool gitu, tapi saya yakin dia penasaran dan ingin tahu. Apalagi dokter menunjukan aneka foto area genital orang-orang yang terserang penyakit. Well, jujur…. mmmhhh… saya aja serem ngeliatnya! That’s why saya yakin saya nggak cocok sekolah kedokteran!

Udah dong, pengetahuan kami bertambah bla-bla-bla. Kita senang. Ternyataaaa…. Ada cara untuk selamat dari serangan kanker serviks dan penyakit kutil (kayaknya karena ada putri saya dan beberapa anak kecil lain, dokter tidak mengucap that magic word: penyakit kelamin) yaitu pencegahan. Caranya ialah dengan menyuntikkan virus lemah yang menumbuhkan antibody pada tubuh. Alias vaksinasi kanker serviks. Disarankan pada wanita usia 10-65 tahun. Menurut saya ini hal yang baik juga, imunisasi diri terhadap penyakit yang katanya pembunuh wanita nomer satu di Indonesia. Eh saya lupa dhing, kanker serviks atau kanker payudara ya yang nomer satu? Pokoknya ada cara untuk meloloskan diri dari lubang jarum, yaitu dengan rajin papsmear dan menyuntik vaksin pertahanan terhadap virus kanker serviks itu tadi. Penasaran dong, berapa dok vaksin tersebut? Ternyata biayanya sekitar 3 juta rupiah saja. Gubragggsss juga saya!

Okay-lah, taruh kata saya selamat dari kanker serviks misalkan dengan vaksin 3 juta tersebut. Tapi kalau saya terserang penyakit jantung, diabet atau sakit lainnya bagaimana? Apakah ada vaksinasi yang ‘ALL IN’ gitu. Rasanya nggak ada ya? Jadi agar nggak pusing gimana, penyakit jaman sekarang kan banyak banget? Dan cara menjelaskan penyakit-penyakit itu juga rasanya seperti trend yang sedang berlaku. Ibu saya sendiri almarhum terserang bakteri MRSA. Lalu sekarang yang sedang nightmare mendunia adalah wabah EBOLA. Ya pokoknya tiga juta itu bikin saya agak gubrags mendengar ongkosnya. Jadi teringat, ketika saya dan teman saya asyik membicarakan masalah seminar kanker serviks yang tadi hendak kami ikuti, suami teman saya dengan kalem menjawab, “…Itu pasti ujung-ujungnya jualan. Biasanya asuransi.” Kami langsung kecewa, makjlebs. Kan kami mau nyari ilmu? Ternyata komentar dia bener juga,…. 3 juta itu sesuatuuuu,…banget. Kalo saya dan putri saya ambil dua paket suntikan saja, total sudah enam juta rupiah. Bisa buat plesir ke raja ampat kali? Nginep bekpeker?? Hicks,…

Akhirnya saya punya gagasan yang lebih bagus. Ya sudahlah, olahraga saja yang rutin! Hidup sehat. Berpikir positip. Banyakin makan serat, buah, sayur dan kacang-kacangan. Mungkin kalau sudah kian sepuh, kami pindah saja misalnya ke TEMANGGUNG. Beli rumah di desa. Nanti saya nanam tomat, wortel, cabe dan ternak ayam kampung sendiri. Semua sayur dan buah dari kebun sendiri. Lalu tiap hari makan nasi merah saja. Itu aja nggak janji usia akan nyampe 100 tahun kalee…??? What a life. Banyak banget kebutuhan manusia hidup jaman sekarang? Itu kebutuhan beneran atau kebutuhan nggak butuh banget sebenernya? Nggak heran banyak pula yang stress, pusing, depresi dan nggak tahu harus bagaimana. Kalau satu penyakit saja dilawan dengan pencegahan seharga 3 juta rupiah, bagaimana dengan ratusan jenis penyakit lain yang ada kemungkinan datang menyerang? Bagaimana dengan orang yang penghasilannya dibawah itu, ongkos 3 juta? Bagaimana dengan orang yang super sehat tapi nyebrang jalan, ketabrak truk trus mati?? Dah, pokoknya makin lama dipikir makin gubraggsss. Pusing!

Temanggung, …wait for me!!

Facebook Comments

About Josephine Winda

2 comments

  1. katedrarajawen

    Meinginan manusia memang selalu melebihi dari kebutuhannya,untuk hidup sehat sebenarnya mudah tapi susah dilakukan hehhe
    Ci Jo ini cara hebat untuk hidup sehat http://riandaprayoga.blogdetik.com/2014/cara-hidup-sehat-suku-tersehat-di-dunia-hunza/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif