Home » Rubrik Khusus » Winda's Scriptease » Lari Dari Kenyataan

Lari Dari Kenyataan

saving01

The Movie – Saving Mr. Banks

Jika menonton film dan film-nya bagus, rasanya tidak sia-sia membuang waktu duduk di depan pesawat televisi. Namun jika menonton film dan filmnya aneh, seperti ular raksasa yang menggunakan animasi atau hantu melayang, saya pikir agak membuang-buang waktu. Entah bagi Anda? Kebetulan tadi ada tayangan film yang sangat bagus, “SAVING MR. BANKS.” Saya tahu siapa Mr. Banks, apakah Anda juga tahu? Jika belum tahu coba deh cari tahu dulu. Siapa sih Mr. Banks? Bule dari mana tuh?

Baru saja ada kejadian seorang asisten rumah tangga yang berlaku keji terhadap seorang bocah, hingga menghilangkan nyawanya. Saya tidak ingin mengupas kisah ini lebih lanjut karena terlalu menyedihkan bagi saya. Tetapi yang membaca berita harian pasti tahu peristiwa yang saya maksudkan. Mr. Banks adalah salah satu tokoh dari kisah legendaris “Marry Poppins”. Marry Poppins siapa lagi itu?  Mary Poppins ini semacam nanny, asisten rumah tangga yang bertugas mengasuh anak. Kontras dengan asisten yang berlaku keji yang tadi saya sebutkan pertama, Marry Poppins melakukan tugasnya dengan sangat sempurna. Melebihi manusia biasa. Ini karena Mary Poppins ternyata adalah nanny ajaib.

book mary

Buku Mary Poppins

Dia adalah nanny/ Baby Sitter super yang hanya ada dalam dongeng. Pengasuh anak yang realitasnya tidak pernah ada dimuka bumi. Karena Mary Poppins adalah tokoh dalam buku cerita karangan PL. Travers. Dan PL Travers bukanlah nama pria tetapi nama wanita, Pamela Lyndon Travers. Dan lucunya lagi itu juga bukan nama aslinya! Jadi nama aslinya adalah Helen Lyndon Goff. Ruwet, nggak pake dan lagi! Ternyata pengarang Marry Poppins yang menyebut diri PL. Travers memang adalah wanita yang complicated. Tapi sebelumnya saya akan bahas dulu siapa Mary Poppins dan bagaimana kisahnya.

Seumur-umur ketika kanak-kanak saya belum pernah dengar tentang Mary Poppins karena ini dongeng yang sangat terkenal di INGGRIS bukan di Indonesia. Jadi saya hanya dengar tentang Timun Mas atau Kancil Yang Cerdik. Beberapa tahun lalu ketika putri saya masih kecil di atas usia lima tahun tetapi belum mencapai sepuluh tahun. Banyak saya beri tontonan film anak-anak yang bermuatan edukasi baik. Ya tentu, saya paling ogah anak saya nonton film hantu-hantuan. Nanti pikirannya hanya klenik dan sihir hitam. Dan kalau ada yang heran, mereka akan berkata. Iya,… ibunya kasih ijin anaknya nonton film setan terus sih semasa kecil. Nah! 

mary01

adegan Mary Poppins

Jadi ketika mencari film untuk putri saya itu ‘secara tidak sengaja’ saya menemukan film Mary Poppins. Ya ampuuuun,… filmnya jadoel sekali. Pemeran utamanya adalah Julie Andrews (itu lho yang jadi Ratu Nenek Queen Clarise Renaldi di Film Princes Diaries). Waktu main Mary Poppin si Julie masih mudaaaaa banget, kinyis-kinyis. Dia juga pemeran utama di film Sound of Music. Okay, I like Old movies. Saya pikir film-film lama punya nilai klasik yang bagus dan saya pikir juga barang antik itu bagus. Jarang dan mahal harganya, karena sudah tidak diproduksi lagi. Saya ikutan menonton Mary Poppins dan menurut saya sangat luar biasa, ada pengasuh anak yang begitu berdedikasi. Mary Poppins bukan sekedar jadi ‘asisten rumah tangga bagian asuh anak’ tetapi menjadi teladan bagi anak-anak. Dia mampu memberi contoh, menasihati, mendisiplinkan, bernyanyi dan bercerita lucu. Pokoknya segala hal yang SUPER dari seorang pengasuh. Yup, tidak ada pengasuh seperti Mary Poppins.

Dulu ketika saya kecil, masih umum orang tua menyanyi untuk anak-anaknya. Sekarang boro-boro orang tua mau nyanyi. Musik saja sudah pake MP3 player atau nano player atau entah apa lagi sih namanya? Ngapain nyanyi? Ini di kehidupan modern. Mudah-mudahan dipedesaan masih banyak ibu atau ayah yang menyanyi/berkidung untuk anak-anaknya. Saya hanya tahu kisah Mary Poppins dalam film sangat menakjubkan, namun bukunya belum sempat baca. Putri saya minta diputarkan film itu bolak balik sampai entah, mungkin sekarang sudah rusak piringannya. Dan sudah hilang tak tentu rimba. Tapi itu film yang sangat menyentuh hati dan baik untuk mendidik anak-anak pada usia belia. Dalam film “Saving Mr. Banks” Diceritakan tentang PL. Travers si penulis Mary Poppins. Penulis ini antik, single woman, sudah sepuh, sangat bergaya arogan aristokrat Inggris. Bukunya ‘dilamar’ oleh Walt Disney si pemilik Kerajaan Disney. Dirayu sampai dua puluh tahun bolak-balik diminta HAK-nya untuk dibuat film.

SAVING MR. BANKS

Walt Disney ‘merayu’ PL Travers minta Hak Film atas Mary Poppins

PL. Travers adalah ‘wanita yang sangat sulit’ — Sulitnya kenapa? Kalo ngomong ketus, kalo komentar sesuka hati dan langsung. Ketemu supir dia akan berkata, “Buat ukuran supir kamu cerewet ya? Nggak tahu batas kalau nanya urusan pribadi.” Kala melihat wanita lain menggendong bayi di pesawat ia juga akan berkomentar sengak, “Kamu menyiksa diri kamu sendiri ya? Bawa bayi di pesawat selama 11 jam? Emangnya enggak setres?” Yah, seperti itu ia akan berkomentar pada orang yang dijumpainya. Karena wataknya nyentrik. Dia nggak punya suami/pacar/teman dekat dst. Dalam film diceritakan ia hanya hidup sendiri saja. Ketika akhirnya ia ketemu Walt Disney dan “DINEGO”. Kata si Walt, “Eh buku kamu Mary Poppins saya bikin film ya? Boleh ya, please?” Pl. Travers reweeeelnya minta ampun. Dia minta semua percakapan direkam. Dia buang catatan skenario keluar jendela. Dia nggak mau ada warna merah dalam film. Dia nggak mau tokoh keluarga Banks dibuat kisah keluarga bangsawan. Pokoknya yang mau bikin film si Walt Disney, pake duitnya Walt Disney tapi PL. Travers yang maunya ngatur semua. Padahal dia udah semi bangkrut, udah ngga punya duit royalti lagi dari Mary Poppins, sudah menipis keuangannya.

Walt Disney sampai tobat ngurusin PL Travers. Ribut masalah animasi, Travers pulang ke Inggris. Walt yang di Amerika terpaksa bayarin semua biaya PL. Travers selama di Amerika dan diskusi masalah film yang bubar tanpa kejelasan. Dia baru tahu bahwa nama asli PL. Travers adalah HELEN LYNDON GOFF. Pura-pura jadi orang Inggris yang sombong, ternyata aslinya orang Australia! Bahkan ayahnya berasal dari Irlandia. Walt Disney sampai heran, jadi orang kok angkuh bener si Mrs. Travers? Kalau melihat sejarah, kebanyakan orang kulit putih Inggris merasa paling beradab dan aristokrat. Bangsa Jerman, Perancis dan Belanda juga dicap agak sombong. Amerika adalah orang-orang yang paling cuwek dan santai. Tetapi menilik sejarah masa lalu, itu kalau ada narapidana dari Inggris dibuangnya ke Australia. Menurut sejarah demikian. Jadi PL. Travers ‘sok nggaya’ tapi aslinya dari benua buangan napi Inggris? Ini kenapa? Kok lari dari kenyataan?

Si Walt Disney pengen tahu. Kenapa sih Bu Travers kok jutek amat jadi penulis? Ngerti penulis suka antik, sensitif dan nggak ujan nggak angin melankolis. Tapi PL. Travers ini juteknya sepanjang masa. Setelah dicari tahu oleh Walt Disney, ternyata Mary Poppins itu disarikan dari pengalaman masa kecil PL. Travers sendiri. Ayahnya kerja di Bank dan gagal, menjadi alkoholik hingga akhirnya wafat. Ibunya punya tiga anak tetapi si ibu tampaknya berasal dari keluarga kaya. Ketika jatuh miskin, nggak terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri dan ngurus tiga anak termasuk satu bayi. Pernah stress hingga masuk ke sungai. PL Travers yang mengejar mamanya, ikut masuk sungai dan membujuk mamanya, “Mama, ayo pulang,…” Mamanya yang hendak bunuh diri kemudian tersadar, menangis dan balik lagi kerumahnya. Makanya PL Travers sengak kalau melihat ibu dan bayi dia komen ketus, “Eh, nggak semua wanita sanggup ngurus bayi lho! Jangan salah!”

Walt and P.L. Travers

Walt Disney dan PL Travers

Itu karena pengalaman masa kecilnya. Dan dalam pengalaman itu papa yang sangat di cintai PL Travers meninggal. Usianya 8-9 tahun ketika papanya tiada. PL Travers anak pertama dan terdiri dari tiga bersaudara wanita. Sehingga ia sangat akrab dan dekat Papanya. Papanya pandai mengambil hati anak-anak. Baca puisi, bermain, berkejaran dan bermain peran. Namun bekerja di Bank tampaknya kurang cocok sehingga ia stress, dipecat dan terjerat alkohol. Dalam kehidupannya AYAHNYA MATI. Tetapi Walt Disney berjanji pada PL. Travers, “Kita akan bikin tokoh Mr. Banks selalu hidup dan bahagia dalam kisah film ini”. Maka dibuat ending bahwa pada akhirnya Mr. Banks memutuskan untuk pulang setelah dipecat dari pekerjaannya dan menghabiskan waktu dengan bermain layangan bersama kedua anaknya. Film ini sangat menyentuh hati karena dibuat pada tahun 60-an dan sudah ada kesadaran publik pada waktu itu bahwa orang-tua mengalami dilema. Jika anak-anak ditinggal bekerja seharian belum tentu menjadi kebahagiaan buat mereka. Karena yang dibutuhkan anak-anak adalah selalu gembira, bermain dan adanya orang tua yang menemani. Memang sangat mahal harganya,…

Pl. Travers melihat ending filmnya ketika “PAPA”nya yang dicitrakan dalam tokoh Mr. Banks memutuskan bermain layangan dengan anak-anaknya. Air mata Travers menitik karena dalam kehidupan sesungguhnya papanya dipecat dari Bank, menjadi alkholik dan mati diatas kasur dalam keadaan miskin. Mary Poppins ternyata adalah kisah wanita yang lari dari kenyataan masa kanak-kanaknya. Saking sayangnya Travers pada Papanya, maka nama Papanya digunakan sebagai identitas sang penulis. TRAVERS GOFF adalah nama papa dari PL. Travers. Film Mary Poppins sendiri dibuat tahun 1964 dengan pemeran Dick Van Dyke dan Julie Andrews seperti disebutkan diatas. Sementara Film SAVING MR. BANKS dibuat tahun 2013. Menjadi film pembuka RAHASIA bagaimana Walt Disney dengan sabar mendekati dan melobby PL. Travers agar HAK MEMFILMKAN MARY POPPINS jatuh ke tangannya. Disney lelaki yang kaya raya, PL Travers sudah lumayan sepuh, seorang wanita dan bahkan nyaris bangkrut. Tetapi dengan kesabaran, kebaikan hati, mengalah dan mengerti SIAPA PL. TRAVERS sesungguhnya Disney berhasil memenangkan HAK FILM itu. Dan film Mary Poppins sendiri hingga hari ini masih sangat disukai. Mungkin ada bagusnya juga para anggota DPR belajar melobby dari Walt Disney? Entah ya….

battleSaving Mr. Banks dibintangi oleh TOM HANKS sebagai WALT DISNEY dan EMMA THOMPSON sebagai PL. Travers. Nggak heran, orang-orang ini sudah berlangganan menerima penghargaan di bidang seni akting, sehingga filmya sangat matang dan menyentuh. Buat saya bagus karena film ini punya makna kuat dan muatan moralnya juga memberi suri tauladan : SABAR NGADEPIN ORANG REWEL. Tetapi buat penggemar film action atau spesial efek ya,….ngantuk kali yeee nonton film ginian! Tapi swear, bagus, film ini bikin kita berpikir. Rupanya kalau ketemu ibu-ibu yang sepuh janda atau (maaf) perawan tua, terus bawaannya gahar, jutek, judes, nyinyir, suka mendisiplinkan orang lain, suka sengak,…. Kenapa? We never know,... Kenapa dia kok kayak gitu? Bisa jadi di masa mudanya dia cantik dan bahagia punya kekasih. Bisa jadi di masa kecilnya dia selalu gembira dan punya ayah yang mencintainya. TETAPI SESUATU TERJADI dan DIA BERUBAH. Itulah si PL. TRAVERS yang jenius namun penuh kepahitan dengan masa kecilnya. Mungkin juga ada wanita-wanta lain toch?….

Saya sih pingin jago nulis kaya PL. Travers… Tapi saya nggak mau pahiiiittt akhhh,…. :)

NASIHAT :

Setiap orang yang Anda jumpai itu memiliki pergumulan dalam hati/persoalan yang Anda sama sekali tidak tahu/tidak menduga.

Maka BERBAIK-HATILAH. SELALU.

Facebook Comments

About Josephine Winda

2 comments

  1. katedrarajawen

    Lari dari kenyataan atau sebenarnya cuma sebagai cara untuk melupakan masa lalu? Sayang juga kedua filmnya belum nonton, karena saya lebih suka film2 yang berbau silat mandarin heheh..tapi suka juga sih nionton drama kisah nyata di DAAi TV

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif