Home » SOSIAL BUDAYA » Catatan Harian » Hipnotis Untuk Mencuci Otak Koruptor

Hipnotis Untuk Mencuci Otak Koruptor

koruptorHipnotis (Hypnotist) selama ini yang kita kenal adalah sebutan bagi orang yang menggunakan prosedur selama subjek tersebut disugesti untuk mengalami suatu pengalaman imajinatif. Metode hipnosis sesungguhnya sangat bermanfaat dalam bidang kesehatan dalam rangka penyembuhan masalah kejiwaan dan penyimpangan perilaku, meski pada prakteknya, metode ini juga disalahgunakan oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan memanfaatkan korban yang sedang kehilangan kesadaran.Sesorang yang sedang dihipnotis, akan kehilangan logika berpikir secara normal, karena memang sedang dibangkitkan didalam alam bawah sadarnya. Tentu dalam kondisi seperti ini, korban akan selalu menuruti apapun perintah yang ditujukan kepadanya.

Dalam konteks Hipnosis dapat dimanfaatkan sebagai solusi penyembuhan kejiwaan, saya sempat terpikir, bagaimanakah bila ini diberlakukan kepada para pejabat negara kita terutama untuk mencegah terjadinya perbuatan tercela yang mungkin akan dilakukan seorang calon pejabat kita.

Misalnya saja metode Hipnosis diaplikasikan sebagai salah satu tahapan dalam rangkaian uji kelayakan (fit and proper test) bagi calon pejabat negara.

Para pakar hipnotis didatangkan khusus untuk melakukan test terhadap para calon pejabat. Dalam keadaan terhipnotis, masing masing peserta test akan di berikan pertanyaan pertanyaan yang sama untuk dijawab. Dari jawaban yang ada, tentulah dengan mudah diketahui sejauh mana calon pejabat tersebut terkait dengan masalah korupsi, atau setinggi apa keinginan dan minatnya untuk melakukan korupsi apabila sudah menjabat nanti.

Sekarang ini, kita semua akan menemui kesulitan untuk mencari pejabat atau calon pejabat yang benar benar bersih dan tidak pernah tersangkut baik langsung maupun tidak langsung, karena memang mereka semua adalah manusia, bukan malaikat. Tetapi walau bagaimana, seorang pejabat negara harus punya moral yang baik dan bersih dari perilaku tercela. Oleh karena itu, hipnosis disini bisa dimanfaatkan untuk memberi sugesti kepada calon pejabat, sehingga ketika terbangun, maka sugesti tersebut telah tertanam dan dapat menghilangkan minat untuk melakukan penyelewangan wewenang dan kekuasaannya untuk kepentinagn diri sendiri dan golongannya.

Tapi mungkinkah hal ini dilakukan, mengingat hukum yang ada di negeri ini, hanya berlaku bagi orang orang yang dalam keadaan sadar. Artinya semua metode yang akan digunakan juga harus dilakukan dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan. Hal ini bertentangan dengan metode Hipnosis yang mana membawa sesorang dialam bawah sadarnya.

Yang kedua, pastilah menimbulkan protes karena sudah mencoba memasuki hak privasi seseorang, karena bila dalam kedaan terhipnotis, sesorang dalam menjawab pertanyaan sudah dibatasi dengan sugesti yang telah disiapkan oleh penghipnotis. Meskipun sugestinya adalah harus berbicara jujur apa adanya, atau bila bohong berdosa, tetap saja ada sebagian orang yang justru tidak ingin semua orang tahu akan sebuah rahasia, meski dipaksa jujur sekalipun.

Yang ketiga, pernyataan yang disampaikan oleh orang yang sedang terhipnotis, tidak bisa diterima sebagai suatu fakta atau bukti yang sah/valid secara hukum, sebab diucapkan oleh orang yang sedang dalam keadaan kesadarannya tidak normal atau sedang dibawah sadar, meskipun apa yang dikatakannya itu benar.

Tapi, dengan melihat kondisi moral para pejabat kita yang sudah ‘terkontaminasi’ budaya korupsi dan kultur korupsi sudah ‘akut’ dan ‘menjalar’ kemana mana, cara apalagi yang kita bisa pakai untuk ‘mengobatinya” ?

Saya rasa, bila sudah tak ada jalan lainnya lagi, apapun harusnya bisa dilakukan demi keselamatan bangsa ini.

Salam

Facebook Comments

About Doni Bastian

One comment

  1. katedrarajawen

    manstafff dan setujuhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif