Home » SOSIAL BUDAYA » Gaya Hidup » Ekspresi » Musik » Gaya Hidup Urakan

Gaya Hidup Urakan

Gaya hidup dan penampilan kerap kali dijadikan tolok ukur seseorang sebagai penilaian terhadap kepribadian individu. Hal ini berhubungan dengan pandangan masyarakat terhadap musik metal yang kerap dinilai urakan. Sebab, sebagian masyarakat berpendapat bahwa gaya hidup yang dimiliki musisi metal sangat negatif.

“Mungkin karena gaya hidup musisi metal yang memiliki banyak sisi negatif, seperti narkoba, minuman keras, seks bebas, dan bahan adiktif lainnya. Serta, penonton konser yang kerap ugal-ugalan dan tidak tertib, sehingga menyebabkan beberapa orang terjatuh, terinjak menjadi korban di tengah konser. Hal tersebut lah yang menjadikan musik metal dinilai urakan bagi sebagian masyarakat,” ungkap Indrabayu Muhammad, mahasiswa Interstudi yang memiliki band indie Visual Basic.

Penggemar fanatik musik metal pun acap kali ditemukan tidak tertib ketika menonton konser. Ketidak tertiban itu sering kali terjadi bila antar penggemar saling bersinggungan saat bergoyang mengikuti alunan musik. Selain faktor tersebut, faktor pemicu lainnya adalah konsumsi alkohol yang berlebih, sehingga dapat membuat sejumlah penonton menjadi lebih sensitif.

“Hal-hal negatif yang terdapat dalam konser band metal lah yang membuat saya lebih nyaman mendengarkan musik melalui MP3, sehingga saya tidak berminat mengunjungi konsernya. Saya hanya pernah menonton konser band metal indie Indonesia, suasananya ramai dan banyak sisi negatif, seperti narkoba, minuman keras dan sering memakan banyak korban. Walaupun menonton konser secara langsung dapat memacu adrenalin dan menciptakan sensasi, saya lebih suka mendengarkan musik melalui fitur pemutar musik pada gadget. Hal ini lantaran risiko negativisme dalam konser musik metal sangat besar.” papar mahasiswa broadcasting ini.

Namun, Bayu –begitu ia disapa—menyatakan ketidak setujuannya jika musik metal dikatakan tidak berbobot karena pandangan masyarakat yang menilai urakan. “Karena musik bagi saya untuk dinikmati seninya, bukan untuk dinikmati gaya hidup musisi, pergaulan atau perilaku negatifnya. Aliran musik apapun sah-sah saja. Namun, sebagai syarat musik tersebut harus mampu dinikmati musiknya melalui indera pendengaran, bukan melalui indera penglihatan, penciuman maupun idera perasa.”

Tidak hanya musik metal yang kerap dipandang sebelah mata bagi sebagian masyarakat. Menurut Bayu, musik dangdut acapkali dinilai urakan oleh karena gaya dan tarian erotis penyanyinya yang tidak senonoh. Penontonnya pun lebih menikmati tubuh sang biduan yang disebabkan gaya dan goyangan erotisnya. Bahkan, sebagian penggemar musik dangdut lebih sibuk menyawer dari pada menikmati musiknya.

Musik metal memiliki penikmatnya sendiri begitu pula pada genre lain. Menurutnya, musik metal memiliki keunggulan dari segi musikalisasi, aksen bass, drum, dan distorsi gitar. Serta karakter sound audio yang tebal dan powerfull.

Dari keseluruhan elemen musik metal menurutnya, Bayu mengaku baru dapat menikmati lagu ketika sedang tidak ada gangguan atau ketika sedang sendiri. “Misalnya saat  saya sedang berada di perjalanan menaiki Transjakarta atau kereta. Dalam mendengarkan musik, saya tidak sekadar mendengarkan. Melainkan, saya memerlukan konsentrasi sebab sembari berfantasi dan menyelami lagu, lebih tepatnya saya menganalisa elemen lagu tersebut. Maka, terkadang saya mengatur pengaturan audio handphone seperti dalam suasana konser, agar musik yang saya dengarkan semakin terasa,” imbuhnya.

Grup musik metal seperti Avenged Sevenfold, Slipknot, dan Metalica dinilai Bayu memiliki part lagu yang bervariasi. Serta memiliki sound yang bagus, aransemen musik yang harmonis, tidak hanya mengunggulkan distorsi dan teknik vokal scream layaknya band metal zaman sekarang. Tetapi, grup musik tersebut lebih mengutamakan musikalisasinya.

Bayu berpendapat, “Dari segi teknik vokal, intensitas penggunaan scream dalam musik metal zaman sekarang lebih sering. Sehingga hal tersebut membuat musik metal kurang bisa dinikmati. Oleh sebab itu, saya lebih suka musik metal zaman dulu dibandingkan musik metal saat ini. Musik metal zaman dulu teknik vokalnya lebih terdengar sangar dari pada sekarang. Karakter vokalnya pun cenderung tebal, tidak seperti sekarang yang lebih bersuara tipis atau cempreng. Sehingga musik metal saat ini menjadi kurang garang.”

“Perkembangan signifikan yang terjadi pada musik metal terlihat pada kemajuan teknologi sound audio dan alat musiknya. Dibandingkan dengan musik metal zaman dulu yang alat musiknya hanya berupa gitar, bass, drum, vokal, dan keyboard. Musik metal zaman sekarang menambah varian alat musiknya, yaitu DJ, syntizer, efek komputer, dan fan mixing recording-nya yang juga ditambahkan efek. Sehingga membuat musik metal saat ini tidak seperti musik metal zaman dahulu yang murni memakai alat musik dan efek seadanya,” papar Bayu, mahasiswa yang pernah mengikuti sekolah musik selama satu tahun.

Facebook Comments

About Yulida Medistiara

One comment

  1. katedrarajawen

    Paling gak ada benarnya penampilan adalah cermin diri

    salam metal

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif