Home » SOSIAL BUDAYA » Gaya Hidup » Ekspresi » Opini Ketik'ers » Menjadi Presiden RI : Jangan Kalap Diri, ya!

Menjadi Presiden RI : Jangan Kalap Diri, ya!

presiden

www.republika.co.id

Semua orang di negeri ini berebut kursi untuk menjadi orang nomor satu. Tak peduli dengan cara apapun yang dilakukannya. Semua partai yang mengusung calon pasangan untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini sibuk jualan pamor disana-sini. Pamflet-pamflet dengan wajah gagah berwibawa dipamerkan di sepanjang jalan raya. Menggantung menancap di setiap pohon-pohon besar jalanan. Bahkan, ada yang dengan bangganya memamerkan pamflet jualan wajah ukuran besar yang ditopang oleh bambu.

            Apakah sebenarnya yang mereka cari? Apakah mereka ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa mereka memang pantas untuk menjadi orang nomor satu? Ataukah itu hanya sekadar ajang pamer saja? Apakah sebenarnya yang mereka inginkan jika terpilih menjadi orang nomor satu di negeri ini? Kekuasaan sematakah? Atau memang sudah berniat baik untuk membenahi sistem pemerintahan di negeri ini untuk menjadikan negeri Indonesia yang lebih baik lagi.

            Zaman sekarang ini memang sangat sulit untuk mencari sosok pemimpin yang benar-benar murni mengutamakan kepentingan rakyat. Banyak sekali pemimpin yang ingkar dengan janjinya sendiri. Padahal, ketika masa kampanye, mereka berkoar-koar, mengemis, meminta dukungan kepada rakyat untuk memilih mereka. Mereka berjanji, bahkan bersumpah diatas kitab suci bahwa mereka akan menjalankan amanah dan kepercayaan rakyat dengan baik. Akan tetapi, kita lihat saja faktanya sekarang. Hampir setiap hari, pemberitaan di media cetak maupun elektronik selalu dipenuhi dengan kasus-kasus para pemegang amanah rakyat yang sangat memuakkan. Tidakkah mereka ingat dengan janji dan sumpah mereka? Lantas, untuk apa berebut kursi menjadi orang nomor satu di negeri ini? Rakyat pun sudah muak dengan wajah kamuflase dan buihan janji-janji yang tidak pernah menjadi bukti.

Menjadi seorang presiden merupakan tugas yang tidak mudah namun sangatlah mulia. Setiap hari, harus selalu memikirkan tentang keadaan di seluruh pelosok negeri. Permasalahan-permasalahan yang timbul dari skala kecil hingga besar yang menggerogoti elektabilitas kinerja Presiden sendiri sudah barang tentu akan selalu ada. Resikonya, jam tidur seorang Presiden akan sangat tidak teratur. Maka, jika negeri ini dipimpin oleh orang yang hanya ingin mencari sensasi, kekuasaan semata, dan kekayaan, akan semakin amburadullah negeri ini. Negeri ini butuh sosok pemimpin yang memang benar-benar ingin membenahi semua aspek untuk menjadikannya lebih baik. Sosok pemimpin itu adalah yang tidak hanya sekadar janji tapi selalu menunjukan bukti. Melakukan aksi nyata atas semua visi dan misi yang mereka unggulkan. Jangan sampai apa yang dikoar-koarkan saat kampenye merupakan sebuah acting belaka. Jika diawal seorang pemimpin itu sudah berniat baik untuk menjadikan negeri ini semakin maju tanpa ada maksud tertentu, maka pastilah kemakmuran dan kesejahteraan rakyat akan segera terwujud. Indonesia perlu sosok seperti ini. “Menjadi Presiden RI : Jangan Kalap Diri, ya!”

Facebook Comments
Semua orang di negeri ini berebut kursi untuk menjadi orang nomor satu. Tak peduli dengan cara apapun yang dilakukannya. Semua partai yang mengusung calon pasangan untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini sibuk jualan pamor disana-sini. Pamflet-pamflet dengan wajah gagah berwibawa dipamerkan di sepanjang jalan raya. Menggantung menancap di setiap pohon-pohon besar jalanan. Bahkan, ada yang dengan bangganya memamerkan pamflet jualan wajah ukuran besar yang ditopang oleh bambu.             Apakah sebenarnya yang mereka cari? Apakah mereka ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa mereka memang pantas untuk menjadi orang nomor satu? Ataukah itu hanya sekadar ajang…

Review Overview

About ramlan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif