Home » SOSIAL BUDAYA » Gaya Hidup » Ekspresi » Opini Ketik'ers » Media Bukan Lagi Penyampai Informasi Tapi Provokasi

Media Bukan Lagi Penyampai Informasi Tapi Provokasi

Terkadang kita begitu yakin tentang apa yang kita yakini. Padahal belum tentu. Bisa jadi apa yang kita anggap benar, ternyata salah. Atau yang kita anggap salah, ternyata benar. Begitulah hidup kita sekarang. Khususnya hidup kita di Negara tercinta ini. Berbagai informasi sangat mudah kita peroleh melalui media cetak atau pun elektronik. Hal ini mungkin dapat dikatakan sebagai buah dari pesatnya perkembangan Ilmu Teknologi & Informasi. Saking mudahnya berita menyebar ke publik, alhasil semakin sulit si penerima berita untuk menentukan mana berita yang benar dan salah. Karena tak jarang ditemukan beberapa media informasi (khususnya media elektronik- internet) yang mengabarkan informasi kurang tepat. Kabar yang diberikan pada publik belum sesuai dengan fakta yang ada. Terlebih marak media yang kini hanya berpihak pada ‘tuannya’ saja bukan lagi bersifat netral. Media cetak maupun elektronik- tv atau internet. Semua sama saja. Sama – sama patuh pada ‘sang tuan’ yang setia membayar. Berita yang disampaikan kerap terkesan dilebih – lebihkan. Ada beberapa program berita yang begitu rajin menayangkan kejelekan salah satu tokoh, diiringi dengan kelebihan/prestasi satu tokoh yang lain. Atau juga ia menyiarkan kabar yang sama berulang-ulang, karena memang topik berita itu sedang “uptodate”, tetapi setelah lama akhirnya tidak diinformasikan penyelesaiannya. Ngambang.

Jadi yang sangat disayangkan adalah bagaimana bisa rakyat berpikir positif jika setiap berita yang mereka peroleh saja sudah bersifat “memihak”. Media kini seperti bukan lagi sebagai penyampai informasi tapi justru perancang provokasi hingga memicu kontroversi.

Disinilah peran kita sebagai manusia yang berpikir sekaligus warga Negara yang baik- harus bisa sepintar mungkin memilah dan memilih mana kabar yang kiranya benar dan kiranya salah. Dalam mencari informasi, kita perlu banyak referensi, tidak cukup hanya satu atau dua sumber. Dan jangan membiasakan diri terjerat oleh pemberitaan yang jelas terlihat memihak, itu hanya dalih mereka saja untuk “memanas-manasi” rakyat.

Facebook Comments

About windiariesti

2 comments

  1. Kesannya ini justifikasi secara general, padahal tidak semua media seperti itu..https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif