Home » SOSIAL BUDAYA » Gaya Hidup » Ekspresi » Opini Ketik'ers » Outbond Dan Wasbang Ditengah Kesiapan Drama Kolosal

Outbond Dan Wasbang Ditengah Kesiapan Drama Kolosal

 

Motivasi ditambah wawasan seputar kebangsaan, dilakukan Kodim 0809/Kediri untuk memberi dorongan moril dan karakter kepribadian dari pemeran drama kolosal yang notabene masih tercatat sebagai pelajar. Berlokasi di lapangan Kelurahan Pojok dan Makoramil 03/Mojoroto, siswa/siswi gabungan dari beberapa sekolah yang terlibat dalam drama kolosal, menjalani outbond dan mendengarkan langsung wawasan kebangsaan yang disampaikan Danramil Mojoroto, Kapten Inf Arifin Effendi, rabu (09/08/2017)

 

Outbond dijalani siswa/siswi sesaat jelang latihan bersama drama kolosal yang berlangsung di Makodim Kediri, dan untuk itu, Kodim Kediri juga sudah melayangkan surat kepada pihak sekolah untuk memberi toleransi kepada siswa/siswinya mengikuti kegiatan ini. Semua Kepala Sekolah 100% menyetujuinya, dikarenakan kegiatan “extra” ini juga berdampak positif bagi anak didiknya, terutama dalam membentuk karakter yang mengarah pada nasionalisme ,sebagaimana merupakan tujuan dari wawasan kebangsaan ini.

 

Diawal wawasan kebangsaan, Kapten Inf Arifin Effendi mengingatkan, pentingnya kebersamaan dalam keberagaman, terutama dalam kehidupan masyarakat. “Toleransi antar umat beragama adalah yang biasa dilakukan di era Kerajaan Majapahit masih berdiri, disana tidak ada intoleransi terjadi, bisa dilihat dari kitab-kitab jawa kuno atau prasasti-prasasti, tidak ada yang mencatatnya. Untuk itu ,kita harus menoleh kebelakang, betapa damainya negeri ini dimasa lampau dengan berbagai keberagaman yang ada,” kata Kapten Inf Arifin Effendi.

 

Lanjutnya, “Pancasila itu juga merupakan identitas bangsa Indonesia, kalau bukan berstatus warga negara Indonesia, wajar-wajar saja menolak Pancasila, tetapi kalau berstatus warga negara Indonesia, mutlak dan absolut harus berpegang pada Pancasila, karena Pancasila tidak mungkin terpisahkan dari karakter bangsa ini yang majemuk. Kalau ada warga negara Indonesia yang menolak Pancasila, seharusnya ia harus pindah status kewarganegaraan, bisa menetap dan tinggal di Irak, Yaman atau Suriah.”

 

Usai wawasan kebangsaan, siswa/siswi ini langsung melanjutkan kegiatannya dengan beroutbond di lapangan Kelurahan Pojok yang letaknya hanya sekitar 100 meter dari keberadaan Makoramil Mojoroto.

 

Facebook Comments

About Dodik suwarno

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif