Home » SOSIAL BUDAYA » Gaya Hidup » Rekreasi » Goa Jepang Memberikan Sejuta Makna

Goa Jepang Memberikan Sejuta Makna

Ada berbagai macam hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kepenatan akibat tugas perkuliahan atau pekerjaan yang menumpuk. Dari berbagai pilihan yang ada,muncak merupakan salah satu solusinya. Aktivitas muncak akan lebih seru jika dilakukan bersama teman-teman terdekat. Ini akan menambah aktivitas muncak anda menjadi semakin mengesankan dan tidak terlupakan. Salah satu tempat yang cocok untuk dijadikan wisata muncak sekaligus bisa mendapatkan berbagai macam ilmu pengetahuan dan pemandangan yang indah menakjubkan adalah Goa Jepang yang terletak di lereng gunung Ungaran, Kendal, Jawa Tengah.

            Untuk menuju ke sana, pengunjung harus menempuh jalanan bebatuan yang cukup terjal. Namun tidak usah risau, semua itu akan terbayar lunas ketika anda tiba di kawasan Goa Jepang. Kendaraan yang direkomendasikan untuk menempuh jalanan yang terjal ini adalah sepeda motor dan mobil ukuran sedang—entah mobil pribadi atau angkot. Dengan tiket masuk yang terbilang murah menjadikan tempat ini ramai dikunjungi saat akhir pekan tiba atau pun libur panjang. Biasanya, mereka—para pengunjung— berasal dari orang pribumi, luar kota, bahkan luar propinsi.

            Udaranya yang sejuk dan menyejukkan semakin memanjakkan pengunjung untuk bertahan lama berada di sana. Perkebunan teh yang terhampar berhektar-hektar semakin meremajakan mata karena indah dipandang. Tempat ini biasa digunakan para pecinta alam, anak-anak pramuka, komunitas hobi dan sebagainya untuk berkemah dan outbond. Jadi, tidak salah jika anda mencoba mendatangi tempat yang luarbiasa ini sebagai tempat tujuan liburan akhir pekan anda.

            Berbicara sedikit tentang sejarah, konon ceritanya, perkebunan teh yang luasnya terhampar berhektar-hektar ini merupakan hasil tanam paksa dulu ketika Negara Indonesia masih dijajah oleh Belanda dan Jepang.  Pun dengan Goa Jepang sendiri merupakan hasil dari kerja paksa. Usut punya usut, Goa Jepang rencananya akan dijadikan tempat persembunyian—istirahat— tentara Jepang dan penimbunan hasil rempah-rempah yang mereka dapatkan. Namun malangnya, akibat Jepang dikalahkan oleh sekutu dengan dibomnya kota Nagasaki dan Hiroshima menjadikan Jepang lumpuh dan borat-barit. Mereka akhirnya memilih meninggalkan Negara Indonesia untuk kembali ke Negara asalnya. Sehingga, Goa Jepang ini masih belum sepenuhnya selesai dan dipergunakan. Bagaimana? Semakin penasaran kan dengan Goa Jepang ini seperti apa?

            Goa Jepang sendiri berada di lereng gunung Ungaran—gunung yang sering dijadikan tempat muncak oleh mahasiswa pecinta alam—. Untuk sampai ke sana, anda harus kembali menempuh jarak yang cukup jauh dan jalanan yang terjal setelah memasuki kawasannya. Namun jangan khawatir, pemandangan selama perjalanan ke sana akan membuat anda terpesona. Ya, ketika anda tiba di area yang cukup tinggi, anda bisa melihat dan menikmati pemandangan kota Kendal dan sekitarnya yang indah dari atas permukaan gunung. Ditambah lagi, hamparan perkebunan teh yang luas dan para petani yang sedang memetik pucuk tehnya akan membuat anda semakin takjub. Dua hal ini akan semakin anda rasakan jika anda menuju Goa Jepang dengan jalan kaki.

            Tempat ini terbilang belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah setempat karena masih kurangnya perawatan dan sarana-prasarana yang ada di sana. Jadi, bagi anda yang berkunjung ke sana, usahakan membawa perbekalan yang secukupnya agar perut anda tidak menjerit kelaparan. Di sana, hanya terdapat beberapa warung kecil yang menjajakan makanan ringan dan minuman yang mungkin harganya pun akan merogok kocek anda cukup banyak. Jadi, persiapkanlah diri anda sebaik mungkin dengan perbekalan yang cukup banyak.

Letak Goa Jepang ini tepatnya berada di desa Promasan. Jangan heran, ketika anda tiba di sana nanti, rumah penduduk yang ada bisa terbilang dengan hitungan jari saja. Maklum, lokasinya cukup tinggi dan menyulitkan penduduk jika harus membangun rumah dengan bahan-bahan yang terbilang modern. Mereka banyak yang mengandalkan bambu dan kayu sebagai pondasi rumah mereka. Menjadi petani pemetik daun teh merupakan mata pencaharian utama mereka.

            Bagi anda yang beragama Islam tidak usah khawatir jika berkunjung ke sana. Di sana, terdapat mushola tepat beberapa meter dari jarak Goa Jepang. Bagaimana? Semakin takjubkah dengan wisata Goa Jepang ini? Mushola tersebut sebagai penanda bahwa anda sudah semakin dekat dengan Goa Jepang. Anda juga bisa berkunjung ke tempat pemandian yang oleh penduduk sana sangat disakralkan. Wah, anda pasti semakin takjub bukan?

            Jika dilihat dari jauh, Goa Jepang sebenarnya sangat tertutupi oleh rimbunnya daun teh. Namun jika anda mendekat, anda baru bisa percaya bahwa itu adalah goa. Untuk memasuki goa Jepang ini, anda harus menggunakan senter atau apapun itu sebagai alat penerangan karena didalam goa sudah pasti akan gelap. Didalam goa, anda akan melihat ada kamar-kamar disamping kanan dan kirinya. Lorong goanya pun terbilang menanjak. Jadi, perlu kewaspadaan dan kehati-hatian anda untuk menyusuri apa yang ada didalamnya. Panjang goa Jepang ini hanya berkisar 200 meter-an lebih. Namun meski begitu, anda dapat membayangkan dan merasakan bagaimana kejamnya dulu rakyat Indonesia dipekerjakan secara paksa untuk membuatnya. Menurut informasi yang beredar, penduduk yang ada di sana sering melakukan ritual tahunan di sekitar goa Jepang tersebut.

            Sekadar informasi pula, di goa Jepang ini sering dijadikan tempat penelitian dan observasi bagi mereka—mahasiswa ataupun dosen— yang mendalami ilmu alam, sejarah, geografi, dan sosiologi antropologi. Menurut mereka, tempat ini menyimpan sejuta misteri dan sejarah yang belum terkuak dan muncul ke permukaan yang wajib mereka teliti dan ketahui.

            Jika anda berminat untuk berkunjung ke sana, jadilah pengunjung yang bijak dan santun. Etika sebagai manusia yang baik tentu harus bisa menjaga tutur kata dan perbuatannya agar selama anda di sana, anda bisa mendapatkan kepuasan diri karena telah berkurang kepenatan anda, dan anda pun mendapatkan pembelajaran hidup yang bisa anda terapkan nantinya

            Nah, itulah ulasan semuanya tentang goa Jepang. Apakah anda tertarik untuk berkunjung ke sana? Tidak usah takut dan ragu. Dijamin, anda akan mendapatkan kepuasan menikmati indahnya pemandangan yang ada di sana.  Karena Goa Jepang ini memberikan sejuta pesona dan makna bagi anda. Jangan lupa bawa kamera untuk dokumentasi dan berselfie ria ya. (Ramlan).

Facebook Comments

About ramlan

5 comments

  1. katedrarajawen

    Mas Ramlan, informasi menarik, terima kasih dan semoga suatu hari dapat berkunjung ke sana

  2. Ni Kadek Suryani

    Mas Ramlan, salam kenal, tulisan menarik sekali, jadi pengen kesana nih… kalau di Bali juga ada beberapa wisata gua yang dapat dikunjungi cuma bedanya gak ada acara muncaknya, tidak sesejuk di goa jepang ini… untuk pemandangan pasti tidak kalah indahnya… :)

    • salam kenal juga ya Mba Ni Kadek Suryani :)
      Terima kasih telah berkenan membaca tulisan saya dan mengapresiasinya :)

      hehe..apakah Mba juga bisa mnceritakan ttg gua yang ada di sana ? saya tunggu tulisannya Mba :)

  3. Romi Febriyanto Saputro

    Foto goanya koq gak diupload Pak Ramlan…..eh Mas Ramlan maksudnyahttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif