Home » SOSIAL BUDAYA » Gaya Hidup » Rekreasi » Dewasa » Nikmatnya Telor Ayam Pak Haji [Humor]

Nikmatnya Telor Ayam Pak Haji [Humor]

telor

femalezone.info

Dikisahkan ada seorang lelaki setengah tua yang  kaya dan memiliki istri yang masih muda dan cantik.  Lelaki itu adalah seorang yang dermawan dan sudah sering pulang pergi naik haji. Tak heran bila dikampungnya, lelaki itu dikenal dengan panggilan Pak Haji.

Meski kekayaan Pak Haji melimpah ruah, tapi dia punya karakter yang terpuji, sederhana dan suka membantu tetangganya yang sedang dilanda kesusahan dan tak pernah berprasangka buruk kepada orang lain. Selain sawah miliknya yang  berhektar hektar, Pak Haji juga punya peternakan ayam petelor dibelakang rumahnya yang besar dengan pekarangan luas.

Dibanding istrinya, usia Pak Haji jauh lebih tua atau terpaut hampir 25 tahun. Bila umur Pak Haji sudah mendekati kepala lima, maka istrinya tentu masih berusia separuhnya. Istrinya yang masih muda itu suka sekali berpakaian seksi kemanapun dia pergi, sehingga membuat para pemuda didesanya banyak yang iri dan sesekali berpikiran ingin memiliki. Namanya juga anak muda, mana bisa diam ketika melihat tubuh perempuan seksi yang melenggang didepan matanya , meski  perempuan itu sudah punya suami seorang haji.

Pada suatu ketika, ada seorang pemuda  gagah dan tampan, yang tinggal tak jauh dari rumah Pak Haji, tiba tiba sudah berada didalam rumah dan kebetulan berpapasan dengan Pak Haji. Mungkin karena sudah terbiasa datang kerumah, maka lelaki yang punya nama Anton itu juga menganggapnya berada dirumah sendiri.

Sama sekali tak ada rasa curiga dibenak Pak Haji ketika Anton berkata,”Pak Haji, bagi telor ayamnya dong, satuuu aja yah..   buat minum jamu.. badan saya agak kurang sehat nih..”

Sambil lalu Pak Haji juga menjawab ala kadarnya, “Tumben kamu, Ton.. minta minta telor.. Kamu sakit ?  Ya udah  sana,  ambil sendiri dibelakang.. kebetulan ada istriku disana..”.

“Baik, Pak Haji, saya kebelakang dulu yah..” Anton tak membuang waktu dan segera bergegas menuju kebelakang rumah karena memang dia sudah tahu bahwa istri  Pak Haji sedang berada disana sendirian.

Selang beberapa waktu, Pak Haji mulai merasa aneh, mengapa  si Anton tak juga kembali setelah mengambil telor. Karena khawatir terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, teringat tadi Anton sempat bilang bahwa dirinya kurang enak badan,  maka Pak Haji kemudian beranjak dari tempat duduknya diberanda rumah menuju ke belakang,  sekedar memastikan bahwa kondisi Anton baik baik saja.

Ketika tinggal beberapa langkah memasuki ruang kandang ayam dibelakang rumah, Pak Haji sempat terhenyak melihat Anton yang nampak tergesa-gesa keluar  ruangan.

“Loh Ton kenapa kamu kok buru buru ? Kamu baik baik aja kan ?..“, tegur Pak Haji sambil memperhatikan Anton yang sedang berjalan sambil merapikan baju dan celananya.

“Ehhmm ehmm Nggak.. nggak Pak Haji, ini saya lupa ada janjian sama teman, mau jalan ke kota.
Makasih Pak Haji.. pulang dulu yah..” sahut anton sambil  melenggang tanpa menengok lagi.

Setelah Anton terbirit-birit pergi, Pak Haji kemudian masuk kedalam ruangan, dimana masih terlihat disana, istrinya sedang tergolek santai di sebuah kursi panjang.

Pak Haji lalu bertanya kepada istrinya,”Tadi Anton jadi ambil telornya ?”
Istrinya menjawab sambil malas malasan, “iya kali..”

“Terus telornya dibawa pulang ?” Tanya Pak Haji sambil kedua matanya melirik kesekitar, barangkali ada telor yang tertinggal, sebab tadi Anton terburu-buru pulang.

Tiba tiba tatap mata Pak Haji terhenti, melihat ada ceceran cairan bening ditanah.
Sambil keluar ruangan Pak Haji bergumam sendiri, “Hehmm.. dasar anak muda, sukanya makan telor mentah, kuningnya doang.. , putihnya dibuang buang..”

Mendengar itu, istrinya nampak membekap mulutnya sendiri sambil tak kuat menahan tawa…

Facebook Comments

About Doni Bastian

2 comments

  1. ha ha ha… mantab banget pak haji… pak don… mantap

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif