Home » SOSIAL BUDAYA » Gaya Hidup » Rekreasi » Jalan Jalan » Si Jepangnya Indonesia ” Tegal ” ( 1 )

Si Jepangnya Indonesia ” Tegal ” ( 1 )

uy
Pada awal sejarahnya Tegal itu berasal dari nama Tetegal yang artinya tanah subur yang mampu menghasilkan tanaman pertanian. Tapi ada Sumber lain yang menyatakan, Bahwa nama Tegal dipercaya berasal dari kata Teteguall, Sebutan yang diberikan seorang pedagang asal Portugis yaitu Tome Pieres yang singgah di Pelabuhan Tegal pada tahun 1500-an. Tome pieres adalah penjelajah sekaligus saudagar yang menjual hasil – hasil pertanian dan gula. Menurut catatan Tome Pieres, Pada waktu itu perdagangan di Tegal di dominasi oleh orang – orang India dan Tionghoa.
Antara abad 10 sampai 16 kemungkinan di wilayah Tegal ada sistem pemerintahan atau dikuasai kerajaan kecil, Sebab menurut catatan Rijklof Van Goens dan data di buku W. Fruin Mees, Disebut kalau sekitar tahun 1575 Daerah Tegal termasuk Daerah merdeka yang dipimpin oleh raja kecil atau pangeran. Pendapat ini juga didukung di buku The History Of Java karya Raffles yang menyatakan kalau ada kerajaan kecil yang bernama Kerajaan Mandaraka atau Kerajaan Salya disekitar wilayah Tegal, Tapi catatan ini sedikit meragukan. Dahulu Tegal juga dijadikan lumbung padi bersama Cirebon bagi Kerajaan Mataram untuk keperluan logistik saat perang melawan penjajah. Di Tegal juga pernah dibangun sebuah benteng yang kuat dan pos perdagangan oleh VOC dan ini juga menjadi embrio penduduk Eropa yang mendiami kota Tegal saat dibangunnya benteng bagi pemukiman masyarakat Eropa di utara (kawasan pantura).

Facebook Comments

About Akhmad Mutaallimin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif