Home » SOSIAL BUDAYA » Motivasi dan Inspirasi » Inspirasi » “Seorang Idealis yang Terpental”

“Seorang Idealis yang Terpental”

Mendengar kata idealis saya selalu teringat tentang Soe Hok Gie, seorang aktifis yang sangat idealis dengan pemikirannya. Tentunya pemikirannya yang tidak biasa. Idealnya seorang idealis harus kritis terhadap apa yang di justifikasinya sebagai kebenaran. Tentunya tidak serampangan menyimpulkan mana itu benar dan mana itu salah. Dalam sejarah manusia kerap kali kita temui pertentangan antara pembenaran. Dan pertentangan itu akan menghasilkan sebuah pembenaran baru, munculnya pembenaran baru itulah yang disebut dinamika dialektika. Pembenaran yang dianggapnya benar itu sebenarnya tidak benar. Bisa dikatakan  Benar menurut manusia itu ada syarat-syarat tertentu dalam pembenarannya. Entah itu teoritik atau empirik dua-duanya sama dalam pembenaran nalar logika.

Berbicara tentang anggapan yang dikatakan benar,  anggapan itu tentunya lahir dari dasar kata  yang mendalam. Kata yang mendasari anggapan pembenaran itu adalah “keyakinan”, keyakinan itulah yang disebut kebenaran subjektif. Keyakinan bisa dikatakan pembenaran, pembenaran dari apa yang dia yakini. Seorang idealis tentunya menempatkan pertanyaan pertama pada, mana itu benar dan mana itu salah! Yang selanjutnya hanyalah alur dan nalar dari pemikirannya. Esensinya keyakinan adalah sebagai kebenaran yang subjektif, namun kerap kali keyakinan itu tersesat didalam pemikiran kebenarannya.  setannya  itu adalah egois dalam pemikiran.  “penentang yang gigih, yang menentang kemenangan dengan pedang” ya! Itu adalah kata-kata bijak surgawinya seorang idealis. Sehingga kerap kali timbul pertentangan. Berbicara tentang pertentangan tentunya pertentangan itu yang mendorongnya menjadi seorang idealis.

“ sejarah dunia adalah sejarah pemerasan, apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada! Apakah tanpa kesedihan tanpa pengkhianatan sejarah tidak akan lahir. Seolah-olah bila kita membagi sejarah  maka yang kita jumpai hanyalah pengkhianatan. Betapa tragisnya hidup adalah penderitaan kata budha dan manusia manusia tidak akan bebas daripadanya”. Dalam pemikirannya, gie menggunakan pembenaran empirik dengan keyakinannya. Ya ! jelas ini lahir dari pemikiran yang mendalam tentang sejarah hidup manusia.

Begitulah cara pandang idealis teoritik, empirik dan sebuah keyakinan yang menjadi pondasi kuatnya pemikiran yang Tentunya tidak mudah digoyahkan dengan pemikiran abal-abalan. Egois dengan apa yang dikatakannya benar (kebenaran subjektif) tetapi memang pembenarannya itu adalah bukti congkrit, teoritik ataupun empirik yang tidak mudah untuk dirubah. Dia menarik lingkungannya kedalam dirinya dan kemudian dia menebar virus pembenarannya. Sehingga jikalau lengkungannya tidak bisa ditariknya dan virus tidak bisa ditebarnya maka dia akan terpental oleh pemikirannya sendiri.

Hidup  adalah judi. Bagi seorang idealis, yang dipertaruhkan  adalah pemikirannya. “Dari tarian angin dan putaran matahari, aku meyakini satu hal. Bahwa Aku dilahirkan hanya untuk satu tugas, yaitu menuliskan ide-ide langit diatas bumi. Andaikata sang maut terpaksa menjemputku, maka dialah yang bertanggungjawab untuk meneruskan tugas ini. Sehingga mimpi-mimpi langit itu menjadi sebuah kenyataan”.

“Saudaraku ! Keyakinan (ide, gagasan, cita-cita) adalah suatu kebaikan, dan perjuangan untuk mewujudkannya adalah ujian. Rendam keyakinanmu dalam genangan darah, keringat dan air mata. Biarkan sejarah yang akan membuktikan apakah keyakinanku mampu menjadi mutiara atau membusuk hancur didalamnya”.

Kita disuruh untuk mengingat pemikiranny bukan orangnya karna manusia bisa gagal. Dia bisa tertangkap, dia bisa terbunuh dan terlupakan. Tapi 400 tahun kemudian, sebuah pemikiran masih bisa mengubah dunia. Aku menyaksiakan dari awal kedahsyatan sebuah pemikiran. Aku melihat manusia dengan mengatasnamakan pemikiran itu dan mati karna mempertahankan pemikiran tersebut. Tapi aku tidak bisa mencium sebuah pemikiran, tak bisa menyentuh ataupun memegang pemikiran tersebut. Pemikiran tidak berdarah , mereka tidak merasa sakit, mereka tidak punya cinta. Dan bukan sebuah pemikiran yang kurindukan, tetapi seseorang idealis dengan pemikirannya yang mampu merubah tatanan dunia menjadi lebih baik.

Mahakarnya terbesar seorang mahasiswa adalah hasil karya dari sebuah pemikirannya. Bukanlah angka-angka nilai dari duniawi saja tetapi lampiran dalam catatan-catatan pemikirannya.

Facebook Comments

About Yogi Adhiatma

5 comments

  1. Mungkin memang Soe Hok Gie belum menemukan kesempatan yang sesuai sampai akhir hayatnya…https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif

  2. Yogi Adhiatma

    Hah kesempatan? pastilah tidak ada kesempatan bagi orang-orang seperti soe di zamannya, https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif

  3. politik itu kotor seperti lumpur. Namun jika tiba saatnya kita tidak bisa lari dari itu, maka terjunlah (Pak Soe)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif