Home » SOSIAL BUDAYA » Motivasi dan Inspirasi » Inspirasi » Figur » Menghidupkan Gus Dur

Menghidupkan Gus Dur

Oleh: Sutomo Paguci

HARUS DIAKUI toleransi warga Nahdliyin, pasca wafatnya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, kedodoran. Semasa hidup Gus Dur tidak pernah terdengar kasus intoleransi warga Nahdliyin seekstrim seperti pengusiran umat Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur. Syiah di Sampang telah ada berpuluh tahun lamanya.

Sekarang warga Nahdilyin seperti kehilangan tokoh kuat sebagai tauladan toleransi beragama. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj terlihat belum mampu menggantikan kharisma seorang Gus Dur.

KH Said Aqil Siradj malah mendukung pemberian penghargaan  ”World Statesman Award”, sebagai simbol toleransi beragama, pada Susilo Bambang Yudhoyono. Ironisnya, dukungan KH Said demikian diberikan pada saat warga NU di Jawa Timur sedang mempertontonkan aksi intoleransi pada umat Syiah.

KH Said seolah realistis dengan ketidakmampuannya mengendalikan warga Nahdliyin di Madura. Aksi mendukung penghargaan dari Appeal of Conscience tersebut merupakan pesan bahwa NU mengakui SBY pantas menerimanya karena toleransi beragama di Indonesia baik-baik saja.

Tak terbayang keadaan seperti pengusiran Syiah oleh warga Nahdliyin di Sampang tersebut akan terjadi bila Gus Dur masih hidup. Gus Dur punya kemampuan hebat dalam berhubungan dengan banyak orang, politisi dalam dan luar negeri, tokoh lintas agama, termasuk para penegak hukum dan petinggi militer. Dengan kemampuan ini ia leluasa melakukan manuver untuk memperjuangkan dan mempertahankan toleransi beragama di Indonesia.

Saat ini, bahkan untuk menekan seorang Fannan Hasib, Bupati Sampang yang mendukung pengusiran warga Syiah dari Dusun Nangkrenang, saja, NU tak memiliki tokoh yang mumpuni untuk melakukannya. Fannan Hasib pernah berkampanye pilkada akan mengusir warga Syiah bila kelak terpilih, dan ternyata ia terpilih, lalu menunaikan janjinya.

Bayangkan, di negara yang konstitusinya menjamin kebebasan beragama, bisa-bisanya seorang calon kepala daerah berkampanye SARA demikian tanpa mendapat sanksi hukum yang memadai. Atau, setidaknya mendapat sanksi politik dalam semua jenjang yang ada.

Dalam suasana begini penulis berhayal andai Gus Dur dapat dihidupkan kembali untuk membereskan kekacauan intoleransi yang dilakukan warga Nahdliyin di Sampang. Atau, setidaknya, nilai-nilai toleransi Gus Dur ditangkap oleh tokoh NU lainnya yang mumpuni, untuk diperjuangkan di seantero Nusantara.

Sumber Tulisan

Facebook Comments

About

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif