Home » SOSIAL BUDAYA » Motivasi dan Inspirasi » Inspirasi » Figur » Mencintai pekerjaan adalah mencintai Indonesia

Mencintai pekerjaan adalah mencintai Indonesia

Aku hanyalah seorang guru honorer yang digaji hmhh, tak begitu layak disebutkan. Semua itu tak membuat aku memutuskan untuk mundur dari pekerjaanku.

Yahhh…aku hanyalah seorang guru tidak tetap di salah satu SD negeri di Semarang. Di SD itu pula aku mengajar ratusan anak maklum pekerjaanku tak hanya sebagai guru kelas tapi juga sebagai guru Bahasa Inggris merangkap administrasi.

Tak bisa dibayangkan bagaimana aku harus mengatur waktu antara semua pekerjaan dan anak-anakku. Sering kali aku merasa harus “resign” dan mencari pekerjaan lain yang memberikan aku keleluasaan dalam hal ekonomi dan waktu tentunya. Tapi tiap kali aku membayangkan jauh dari anak-anak yang bermasalah di sekolahku tiap kali itu juga aku merasa bersalah.

Yah, sebagian anak di sekolah tempatku mengajar adalah anak dari keluarga tidak mampu dan banyak di antara mereka adalah hasil didikan keluarga yang tidak normal atau sering disebut “broken home”.

Itulah yang membuat aku bertahan di dunia ini. Dunia pendidikan yang bahkan tak menjanjikan apapun buatku. Dunia yang bahkan baru-baru ini mungkin menutup masa depanku karena kemungkinan dengan statusku sebagai guru honorer puluhan tahun pun kesempatan menjadi pegawai negeri sipil tak kan kuraih.

Selalu harus ada yang berkorban agar semuanya bisa berjalan. Hanya itulah yang ada di pikiranku sekarang. Aku akan bertahan disini, memberikan semua yang aku miliki untuk anak didikku. Setidaknya, aku masih akan memiliki mereka yang akan mengingatku ketika kelak mereka berhasil. Dan setidaknya, aku mencintai negaraku dengan caraku sendiri.

:-) itu saja catatan seorang guru honorer yang sebenarnya tak layak disebut sebuah karya. Aku hanya ingin sedikit berbagai bahwa masih ada yang mencintai Indonesia meski dengan caranya sendiri.

Facebook Comments

About Novira Mayasari

10 comments

  1. Friska Putri N

    Sungguh mulia, hati ibu. teruslah berjuang untuk Indonesia. Semoga saja di pemerintahan yang baru ini nasib guru honorer lebih diperhatikan. Semangat Ibu Guruuuhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gifhttps://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

    • terima kasih, wahhhh jauhhh dari mulia, hanya sekedar ungkapan hati :-) saya juga berasal dari keluarga yang jauh dari sempurna. sama seperti murid-murid saya, makanya saya tak ingin mereka punya masa depan yang sama seperti syaa setidaknya harus lebih tinggi. itu saja …dan selama tidak ada yang mengatakan bahwa guru honorer haram maka selama itu pula saya akan bertahan. doakan ya

  2. Subhanallah, salut banget sama dedikasi Ibu terhadap pendidikan bagi putra bangsa :)

    Semoga Allah selalu memudahkan rejeki Ibu ya. Aamiin :)

    *cerita Ibu ini dpt menginspirasi kami yang memiliki cita-cita menjadi seorang Guru :)

    • yup, seorang guru, terutama guru SD. hmhhh, cita-cita yang terlambat saya mimpikan. kl tau dari dulu pengen jadi guru saya gak perlu ngulang masa kuliah lagi ya hehehe…jadi dapet double degree dlm waktu 8 tahun nihhh, trus jadi aneh dibelakang nama tambahannya S.Pd kuadrat. terima kasih

  3. Romi Febriyanto Saputro

    Tanpa guru seperti ini, pendidikan akan terhambat

    • guru yang seperti ini justru terancam hak mengajarnya karena dianggap “bisa’ mengerjakan administrasi.dan kenyataannya pemerintah masih saja menganggap guru honorer sebagai ehm “benalu” yg hanya berharap menjadi PNS….dramatis kan?.pdhl sya hanya ingin diberi hak untuk mengajar, itu saja…ngeness ya :-(

  4. bisa menjadi teladan yang baik bagi kita semua, ia sangat peduli terhadap murid – muridnya https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif