Home » SOSIAL BUDAYA » Motivasi dan Inspirasi » Inspirasi » Figur » Jokowi – JK : Kerja, Kerja dan Kerja

Jokowi – JK : Kerja, Kerja dan Kerja

Akhirnya pada 22 Juli 2014 pasangan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) yang diusung koalisi PDIP, Partai NasDem, PKB, PKPI, dan Hanura secara resmi ditetapkan KPU sebagai pemenang Pemilu Pemilihan Presiden dengan memperoleh 70.997.833 suara atau 53,15 persen dari totsl suara sah sebanyak 133.574.277 suara. Unggul atas pasangan Prabowo – Hatta yang memperoleh 62.576.444 suara atau 46,85 persen.

Boleh dibilang pasangan Jokowi – JK merupakan pasangan yang ideal untuk memimpin negeri kita saat ini di antara sekian banyak putra bangsa terbaik. Pak Jokowi walau baru berusia 53, sebenarnya termasuk sudah berpengalaman dalam pemerintahan. Karena sudah pernah menjabat sebagai Wali Kota Solo selama sekitar 7 tahun sebelum menjadi Gubernur Jakarta yang sudah dijabat hampir dua tahun.

Jadi soal kerja tentu sudah terbukti hasilnya walau belum bisa dikatakan sempurnan. Yang terpenting adalah adanya kemauan dan bekerja demi untuk rakyat. Untuk hal ini masyarakat banyak bisa menilai. Walau tetap ada saja yang anti pati dengan gaya blusukan Pak Jokowi sebagai pencitraan bukan sebagai karakter seorang Jokowi. Anehnya kalau memang apa yang dilakukan Pak Jokowi adalah pencitraan bisa bertahan sampai sekian lama. Padahal seperti kata –kata Abraham Lincoln: Anda dapat membohongi semua orang dalam satu waktu dan beberapa orang dalam setiap waktu tetapi Anda tidak dapat membohongi semua orang sepanjang waktu. Jelaslah kalau gaya kepemimpinan Pak Jokowi yang lebih banyak blusukan dan kesederhanaannya merupakan hanya pencitraan tentu tidak akan mungkin bisa bertahan sekian lama dalam kebohongannya kalau itu bukan sebuah karakter aslinya.

Termasuk juga ketika Pak JK menjabat sebagai wakil presiden, dimana kinerjanya selama mendampingi Presiden SBY bisa dikatakan memuaskan. Bahkan ada muncul pernyataan Pak JK sesungguhnya yang presiden. Pada masa Pak JK menjadi wakil presiden masalah Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dapat dihentikan dengan ditandainya MoU Helsinki tentang kesepakatan damai antara Pemerintah Indonesia dengan GAM. Dalam masalah ekonomi pun Pak JK dinilai melakukan hal yang lebih baik dari Presiden SBY. Paling tidak ini adalah menurut pakar ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, Dr Tjuk Kasturi Sukiadi. Sebab ekonomi versi Pak JK lebih berpihak kepada sektor riil dan lebih konkrit dari visi ekonomi Presiden SBY. [www.unhas.ac.id 7 September 2011]

 

Yang pasti adalah kedua calon pemimpin Indonesia ini dapat diterima di semua kalangan. Baik nasionalis maupun agamais, sehingga kelak ketika memimpin tak akan mendapatkan hambatan yang berarti. Satu hal lagi, keduanya tidak mempunyai beban masa lalu yang kelak bisa menjadi hambatan dalam pemerintahan. Sebab Pak Jokowi dan Pak JK merupakan sosok sederhana dan pekerja keras jauh terindikasi korupsi yang menjadi penyakit kebanyakan pejabat kita.

Apa Tantangan dalam Kepemimpinan Indonesia Saat Ini?

 

Tak bisa dipungkiri, siapa pun yang akan menjabat sebagai presiden di republik ini akan menghadapi masalah atau tantangan berat yang sama. Yakni masalah korupsi dan penegakkan hukum serta pelayanan publik yang masih sangat kurang memuaskan. Termasuk masalah birokrasi di mana hal yang sederhana sengaja dibikin susah. Yang mudah dipersulit. Urusan menjadi terhambat dan perlu banyak biaya. Ini memang sudah merupakan penyakit yang sudah berakar.

Inilah sedikit masalah di antara banyak masalah yang menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi pemimpin kita. Pak Jokowi dan Pak JK tentu sudah sangat paham dengan masalah ini. Karena boleh dibilang sudah merupakan penyakit kronis atau ibarat kanker sudah stadium empat. Itu sebabnya ada yang namanya ‘Revolusi Mental’ dari Pak Jokowi. Masalah mental memang termasuk hal pokok yang perlu dibenahi. Semua kebobrokan perilaku dari para pejabat yang dengan suka rela korupsi atau rakyat yang tidak taat aturan penyebabnya adalah mental yang sudah tidak terjaga. Para pejabat tidak punya rasa malu lagi untuk mencuri uang rakyatnya sendiri dan perlu merasa bersalah, malah lebih suka mencari kambing hitam.

Kerusakan mental di masyarakat kita dengan kasat mata dapat kita saksikan. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Hal – hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh manusia yang beragama dan berbudaya kini tak sungkan dilakukan dengan bangga. Contoh nyata menjelang pemilihan presiden ini. Orang – orang bisa bebas memfitnah dan mencaci serta saling menyerang sesame anak bangsa. Menjelek-jelekkan pemimpinnya sendiri tanpa sungkan. Selain itu perilaku korupsi dan tidak taat aturan adalah karena tidak baiknya mental. Ini memang perlu revolusi, agar terjadi perubahan.

Yang juga menjadi tantangan Pak Jokowi – JK masalah pencaloan dalam merekrut Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bukan rahasia lagi dalam setiap seleksi penerimaan PNS baru mafia calo selalu ada. Puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah harus dikeluarkan melalui calo dengan jaminan akan lolos seleksi. Inilah yang menjadi penyebab salah satu perilaku korupsi para PNS kelak. Tetapi tantangan ini paling tidak Pak Jokowi sudah menerapkan aturan yang ketat dalam menyeleksi PNS di Pemerintahan Provinsi Jakarta secara terbuka dan transparan, sehingga dapat meminimalkan peran calo.

Tentu tantangan paling berat adalah beagaimana mengubah perilaku para pejabat dan PNS di seluruh pelosok negeri yang sudah menikmati zona nyaman selama ini dengan mengambil uang rakyat demi kepentingan sendiri dan dengan kerja tidak melayani sepenuh hati. Bukan hal yang mudah tentunya, sebab perilaku bobrok ini seakan sudah mendarah daging. Hal ini diperparah oleh lemahnya penegakkan hukum. Dimana lembaga hukum justru marak dengan praktik korupsi. Masalah ini juga terjadi di lembaga yang terhormat, DPR/DPRD. Para anggota dewan yang sejatinya menjadi pengawas pemerintah justru menjadi bagian dari praktik korupsi.

Bisa dibayangkan bagaimana tantangan yang harus dihadapi oleh Pak Jokowi – JK kelak. Tetapi tantangan ini akan membuktikan kapasitas kepemimpinan keduanya kelak. Dalam hal ini visi dan misi saja belum akan cukup untuk membenahi negeri ini. Hal yang terpenting adalah kemauan para pemimpin untuk sungguh – sungguh mengabdi dengan kerja, kerja, dan kerja siang malam tanpa lelah dengan penuh komitmen. Tanpa itu tentu sulit untuk mewujudkan visi dan misi yang terukir indah itu.

Itu sebabnya dalam visi dan misi pasangan Pak Jokowi – JK merumuskan tiga masalah pokok bangsa saat ini yang mendesak untuk dibenahi untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong – royong. Ketiga masalah itu, yaitu merosotnya kewibawaan Negara; melemahnya sendi – sendi perekononian nasional; merebaknya intoleransi dan krisis kepribadian bangsa.

Bagaimana Peluang Pak Jokowi – JK untuk Memajukan Bangsa Ini?

 

Bagaimana pun beratnya tantangan yang harus dihadapi tentu saja kita harus optimis bahwa pasangan Pak Jokowi – JK mampu untuk membawa bangsa kita ke arah yang lebih maju. Harapan itu selalu ada bila melihat kapasitas Pak Jokowi dan JK serta dukungan rakyat yang rindu akan perubahan. Sebab kita adalah bangsa yang besar dengan segala sumber daya manusia dan potensi alamnya sebagai modal untuk menggapai kejayaan masa depan.

Hampir tujuh puluh tahun sudah bangsa kita merdeka. Sejatinya sudah waktunya rakyat memiliki kemerdekaan yang sesungguhnya. Merdeka hidup makmur dan sejahtera serta paling tidak kita bisa menjadi bangsa yang mandiri untuk memenuhi kebutuhannya. Terutama dalam hal bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya. Tetapi semua masih menjadi angan – angan sampai sekarang. Oleh sebab itu seluruh rakyat berharap akan ada perubahan nyata dengan terpilihnya pemimpin yang baru. Dalam hal ini tentu Pak Jokowi – JK lebih berpeluang untuk mewujudkan harapan itu. Karena sudah berpengalaman dalam kepemimpinan selama ini. Ditambah dukungan dari rakyat yang rindu akan perubahan, tentu harapan kita akan semakin nyata.

Pasangan Pak Jokowi – JK visi dan misi utamanya tentu adalah membawa perubahan pada bangsa kita yang tidak mengalami perubahan yang berarti selama 10 tahun pemerintahan Presiden SBY. Keduanya memiliki visi ekonomi kerakyatan dan transparansi dalam pemenrintahan kelak, keduanya merupakan sosok pekerja keras. Kerja, kerja dan kerja. Sebab visi dan misi sebaik dan seindah apa pun tanpa kerja hanyalah omong kosong.

Dengan adanya visi dan misi di atas kertas yang didukung kemauan mewujudkannya adalah menjadi kekuatan. Untuk itu upaya mewujudkan visi yang ada, maka akan dicapai melalui misi yang secara garis besarnya sebagai berikut:

Mewujudkan keamanan nasional dengan menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai Negara kepulauan; mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berdasarkan Negara hukum; mewujudkan politik luar negeri yang bebas aktif dan memperkuat jati diri sebagai Negara maritim; mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahter; mewujudkan bangsa yang berdaya saing; mewujudkan Indonesia sebagai Negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional; mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Apakah ketujuh misi tersebut dapat diwujudkan oleh Pak Jokowi dan Pak JK? Sebenarnya kalau ditelaah misi yang ada bukanlah sesuatu hal yang muluk dan mustahil untuk dicapai. Sejatinya setelah menikmati kemerdekaan selama hampir 70 tahun sudah sepantasnya semua misi yang ada paling tidak realisasinya tinggal penyempurnaan. Tetapi masih belum terlambat bila Pak Jokowi – JK terpilih menjadi pemimpin kita untuk mewujudkan semua misi yang ada untuk menjadikan bangsa kita berdaulat dan mandiri serta terpandang di pecaturan internasional. Kita percaya paling tidak dalam kepemimpinan keduanya sudah memberikan bukti nyata sewaktu menjadi wali kota, gubernur atau wakil presiden. Jadi bukan katanya.

Sebenarnya peluang kita menjadi bangsa yang maju, mandiri dan bermartabat itu bukan sekadar bisa kita impikan. Sebab bangsa kita memang memang potensi itu. Semua potensi kita miliki. Potensi alam, sejarah dan sumber daya manusianya. Apalagi yang kurang? Bangsa kita kaya akan potensi alam yang melimpah ruah dari darat, laut, dalam bumi dan udara. Bangsa kita memiliki sejarah sebagai bangsa yang maju dan berbudaya yang terdapat pada Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit pada masa lalu yang bernama Nusantara. Bahkan wilayahnya lebih luas dari wilayah Indonesia saat ini. Kejayaan ini bukan omong kosong tapi tercapat indah dan rapi dalam sejarah yang tak terbantahkan.

Dalam hal potensi sumber daya manusia, tak diragukan bahwa begitu banyak anak bangsa yang siap turut serta membangun negeri dengan kemampuan yang dimiliki. Bangsa kita memiliki putra –putri terbaik yang bukan hanya terdapat di dalam negeri tapi banyak pula yang berkarya di luar dan menunggu kesempatan baik untuk pulang membaktikan dirinya kepada Ibu Pertiwi. Yang kita butuhkan saat ini adalah kepemimpinan dan keteladanan. Pak Jokowi – JK kita yakini akan mampu membuka jalan untuk Indonesia yang lebih baik, mandiri dan bermartabat sebagai sebuah bangsa di dunia ke depannya.

Kerja Nyata dan Keteladanan yang Akan Membuat Rakyat Mendukung

 

Memang bukan katanya lagi kalau Pak Jokowi – JK adalah tipe pemimpin pekerja. Sosok – sosok yang tidak bisa diam duduk di belakang meja menunggu laporan anak buah yang asal bapak senang. Jadi tidak diragukan lagi bila kerja nyata yang akan menjadi acuan Pak Jokowi – JK sebagai pemimpin kita yang baru.

Selama ini kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya banyak beretorika indah saja tapi kerjanya setengah – setengah atau bahkan hanya omong kosong. Antara omongan dan tindakan bertolak belakang. Kita juga rindu pemimpin yang mau hidup sederhana dan merakyat dan itu kita temukan pada sosok Pak Jokowi dan Pak JK. Jadi bukan kebetulan bisa keduanya dipasangkan sebagai capres – wacapres pada Pemilu kali ini. Apakah ini kehendak alam?

Dengan keteladanan sebagai pemimpin yang sederhana, mau bekerja dan membaur dengan rakyat serta sebagai pemimpin yang bersih hal ini tentu dapat menjadi keteladanan bagi rakyat untuk berperan serta mengikuti jejak pemimpinnya bersama – sama membangun bangsa ini menuju kepada kemajuan dan kemandirian yang sudah sekian lama kita harapkan.

Kita percaya dengan semangat kepemimpinan Pak Jokowi – JK yang kerja, kerja dan kerja akan memberikan hasil yang nyata bagi kemajuan bangsa kita. Pada akhir pasti akan terjadi perubahan yang signifikan pada bangsa yang dapat kita nikmati. Dengan hasil nyata yang ada, maka rakyat akan semakin ikut berperan untuk kerja, kerja dan kerja membangun bangsa.

Sebuah bangsa akan maju bila antara pemimpin dan rakyat bisa saling mendukung dan bekerjasama. Pemimpin yang baik tentu akan memahami keinginan rakyatnya dan rakyat yang baik akan selalu mendukung pemimpinnya. Jadi tak salah bila dikatakan bahwa Jokowi – JK adalah kita. Sebab Pak Jokowi – JK akan bersama – sama kita bekerja demi kemajuan dan kejayaan bangsa ini.

Catatan kaki:

Visi dan misi calon presiden Jokowi – JK dan hasil perolehan suara resmi bersumber dari www.kpu.go.id

Facebook Comments

About katedrarajawen

19 comments

  1. Anita Godjali

    Ko Kate, setidaknya kita memberi kesempatan dan tidak apriori toh sudah banyak fakta berbicara tentang kemauan kerja beliau. Tentunya keberanian mengeksekusi program itu jauh lebih penting daripada sekadar wacanaa hebat namun tersimpan dalam peti es. Mari kita sebagai rakyat mendukung dan memberi kesempatan para pemimpin kita untuk berkarya nyata mewujudkan kemajuan bangsa ini.https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif

    • katedrarajawen

      Mbak Anita saya setuju, mari kita berikan kesempatan bagi pemimpin yang mau bekerja bukan yang banyak kata, semoga

  2. benar, paling tidak kita akan termotivasi karena pemimpin yang di atas jg kerja nyata.

    • katedrarajawen

      Mas Wildan , setuju, pemimpin yang mau bekerja dan turun ke bawa paling tidak memberikan harapan

  3. ciyusss bener sih tulisan ini kayak baca harian Kompas….. otakku ngga nyampe..https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif

  4. Jokowi dan JK sudah menunjukkan kecakapan mereka dalam pemerintahan di posisi mereka sebelum terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Sekarang giliran rakyat menunjukkan kecakapannya untuk dipimpin oleh mereka. Paduan kecakapan memimpin dan kecakapan dipimpinan akan membuat negara maju secara menolok (signifikan).

    • katedrarajawen

      Betul Pak Budi…hasil kerjanya minimal sudah ada buktinya..tetapi antara yang memimpin dan yang dipimpin memang harus saling mendukung baru bisa menghasilkan sesuatu yang besar

  5. sama” kak katedrarajawen :) https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif
    Salam kenal kak https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif

  6. Semoga pemimpin dan rakyat kali ini bisa lebih menyatu, saling mendukung dan peduli satu sama lain. Kita perlu selalu berdoa untuk Indonesia agar lebih jaya :)

    • katedrarajawen

      Mbak Windi setuju, semoga ada keharmonisan antara yang memimpin dan yang dipimpin sehingga akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar

  7. Romi Febriyanto Saputro

    Sedikit bicara banyak bekerja untuk negeri tercinta

  8. Okee kak katedrarajawen, senang berkenalan dengan anda juga https://ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif

  9. We’ll see in a few years.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif