Novela

novelaAda yang heboh di jagat perpolitikan Indonesia Raya sehubungan dengan sengketa pemilihan presiden (pilpres) di Mahkamah Konstitusi (MK). Ruang Sidang yang terhormat yang dipimpin oleh hakim agung yang mulia jadi gelak tawa. Sesuatu hal yang selama ini seakan menjadi ‘haram’ kini malah diterima tanpa masalah.

Kesaksian Novela yang ‘kocak’  memang membuat yang hadir di ruang sidang tak kuasa menahan tawa. Suasana ini jadi penghiburan tersendiri di tengah tegangnya suasana di luar sidang dengan demo dan orasi masa.

Adalah Novela Nawipa yang mengaku wanita dari gunung di pedalaman Papua. Dengan suara melengking ia bicara dan berpenampilan sebagai wanita yang lugu. Banyak simpatik berdatangan dan yang mengelukkan Novela setelah kesaksiannya. Tentu terutama datang dari kubu  yang menjadikannya sebagai saksi.

Novela bukan hanya jadi buah bibir tapi juga buah kata di berbagai media. Terutama di media sosial. Bahkan ada yang memuji dan memuliakannya sebagai wanita agung yang telah membongkar kecurangan pilpres. Mereka benar – benar mengira Novela adalah wanita desa nan polos yang menjadi saksi untuk menguak kecurangan.

Namun tidak perlu pakai lama, ternyata keluguan ini segera terbongkar. Rupanya Novela bukanlah wanita selugu yang ditampilkan dari dusun di pedalaman Papua. Ternyata ia jago menulis puisi dan berpendidikan tinggi. Menikmati hidup di kota besar di Papua, sehingga ketua adat pun ia tak kenal. Sebab mungkin ia lebih sibuk mengurus emas – emas sebagai sumber usahanya.

Ya, Novela ternyata juga seorang pengusaha dan pengurusan partai. Keluguan yang hendak ia pertunjukkan kepada seluruh rakyat di negeri ini kemudian menjadi seperti cerita dalam telenovela yang khas Amerika Latin itu.

Apakah kisah Novela yang hadir di ruang sidang MK mengundang tawa itu jsutru akan berakhir dengan kisah sedih berlinang air mata kebalikan dari kisah telenovela yang justru di awali dengan linangan air mata tapi berakhir dengan penuh tawa?

Pada akhirnya kebenaran yang akan berbicara atau sejarah kelak yang akan membuktikan. Atau bisa jadi hanya akan menjadi cerita semu semata yang dengan sekejap akan terlupa? Baiklah, sejenak kita tertawa saja dan biarkan kisah akan mengalir mengikuti ceritanya.

Tak lupa sambil mengingat – ingat jangan diri kita juga pernah menampilkan diri dengan keluguan dengan tujuan tertentu. Mungkin saja terlewatkan kisah diri ini.

Facebook Comments

About katedrarajawen

8 comments

  1. hahaa, bisa jadi caleg nih 5 tahun mendatang :D

  2. Haha lucu waktu liat di berita dari cara bicaranya :D

  3. pada ribut2x novela tak pikir pemenang indonesian idol? ternyata beda orangnya ya…

  4. Melakukan kesaksian dusta di depan Mahkamah Konstitusi yang sangat terhormat merupakan suatu tindakan nekat yang bisa saja membuat Novel meringkuk di dalam penjara. Gepokan uang dalam jumlah besar bisa membuat seseorang menjadi nekat, dan tak memedulikan harga diri.

  5. katedrarajawen

    Ya Betul Pak Budi, yang namanya kesaksian palsu ada hukumnya seharusnya ada tindakan tegas untuk hal ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif