Imitasi

tiru

Suatu hari ketika sedang mengendarai sepeda motor saya berhenti karena lampu rambu lalu lintas menyala merah. Semua kendaraan pun secara spontan berhenti. Di Sragen, rambu lalu lintas menyala antara 60 sampai 90 detik. Tidak lama memang, tetapi bagi para pengendara dengan keperluan yang berbeda-beda dan tergesa-gesa, sebentar itu bisa terasa lama.

Tiba-tiba ada satu sepeda motor melaju meskipun lampu masih menyala merah. Tanpa kuduga, tindakan ini diikuti oleh 1….oh tidak….2…dan akhirnya 3 sepeda motor lain. Mungkin para pengekor ini mengira lampu telah berganti warna menjadi kuning lalu hijau dengan hanya melihat dan mendengar  provokasi pengendara pelanggar tadi.

Dalam buku psikologi yang pernah saya baca,…kalau tidak salah….berarti benar….hal ini disebut dengan tingkah laku imitasi. Tingkah laku ini bisa terjadi secara spontan seperti peristiwa di rambu lalu lintas tadi dan juga bisa terjadi karena kesengajaan. Tingkah laku sengaja misalnya,..seperti korban mode yang diderita oleh remaja-remaja kita yang “imitasi habis” dalam meniru sang idola. Tanpa memperhatikan asas kepatutan dan budaya bangsa.

Dunia buku, dunia film dan dunia musik juga sangat sering melakukan praktik imitasi ini menjadi sang pengekor belaka tanpa berani menunjukkan keunikan diri. Memprihatinkan bukan ?

Namun, tidak semua tingkah laku imitasi buruk. Trik  yang sangat terkenal dalam bisnis, ATM alias amati, tiru, dan modifikasi merupakan praktik imitasi yang sukses dilakukan oleh negeri tirai bambu. Mereka bisa membuat apa saja yang dibuat oleh negeri barat. Hebat bukan?

Sumber gambar : www.madjongke.com

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif