Home » SOSIAL BUDAYA » Motivasi dan Inspirasi » Inspirasi » Kisah Nyata » Kembalinya Buku Harian yang Hilang Selama 67 Tahun (Bagian 2)

Kembalinya Buku Harian yang Hilang Selama 67 Tahun (Bagian 2)

baltyra.com

baltyra.com

Pada December 2010, tiba2 Lindy menerima telpon dari Konsulate Jepang dan mengabarkan bahwa mereka menemukan anak dari pemilik buku harian itu. Lindy merasa terharu dan bahagia lalu segera mengirim buku tsb.

Sipenerima, Yurie Nohubiro yang tinggal di kota Hiroshima kini berusia 69 tahun. Dia tak punya kenangan tentang ayahnya kecuali photo2. Yuri baru berusia 2 tahun ketika ayahnya meninggal .

Sambil berurai airmata Yurie menatap dan mengusap buku harian itu.

“ Sungguh saya amat bahagia tapi juga teramat sedih. Saya merasakan kalau ayah masih belum rela meninggalkan saya.”

Yurie mengirim surat ucapan terima kasih pada Lindy, sejak itu mereka berteman. Setelah beberapa bulan saling berkirim surat, ia ingin sekali bertemu langsung dengan Lindy yang telah menjaga dan merawat buku harian tsb.

Yurie terbang ke Sydney didampingi keluarga dan berjumpa dengan Lindy dalam suasana penuh haru. Saling berpelukan dengan derai airmata, semoga kepedihan masa lalu yang dirasakan Yurie terobati. Kembalinya diary yang hilang telah berdampak pada hubungan yang begitu akrab di antar keduanya.

“Aku merasa soul ayahku ingin kembali padaku, aku sangat berterima kasih pada Lindy. Ayahku pasti merasa senang melihat kita berdua” ucap Yurie

“ Kupikir dalam hidup ini kita harus dapat berbuat sesuatu yang membuat jiwa kita bernyanyi. Apa yang aku lakukan membuatku sangat bahagia. “ ujar Lindy.

Sejak lama Lindy bertanya-tanya , apakah yang di tulis ayah Yurie dalam diary itu.

“ Ayahku menuliskan semua kenangan indah dan bahagia bersama keluarga. Iya ungkapkan betapa besar cintanya pada ibuku dan aku, anak satu satunya. Ayahku juga menulis bahwa setiap hari ia memikirkanku” jawab Yurie

Betapa malangnya nasib Yurie kecil, beberapa tahun setelah ayahnya meninggal, ibu Yurie menyusul dan saat itu usianya 6 tahun.

Selama ini Yurie percaya bahwa ayahnya meninggal di laut lepas, tapi dari tulisan di buku harian itu ternyata dia masih hidup ketika berangkat dengan kapal perang dan mendarat di New Guinea pada tahun 1943.

Ketika terjadi serangan udara pada tanggal 26 Maret 1943 , teman yang berada di sebelah ayah Yurie meninggal, lalu dalam buku itu tertulis . “ We can’t change our destinies”, itulah kalimat terakhir yang di tulisnya dalam diary itu.

Lindy pernah mengira , mungkinkah ayah mertuanya Alex Glover terlibat pada kematian Shegegi Fukushina ( ayah Yurie) ? Ternyata dari data arsip nasional di ketahui bahwa dia berada di New Guinea 5 bulan setelah kematian ayah Yurie. Bagaimana buku harian itu bisa sampai di tangan Alex Glover, hingga kini masih jadi mistery.

Lindy dan Yurie mengunjungi the War Memorial di Hyde Park , lalu menulis nama2 para prajurit yaitu Alex Glover dan Shegegi Fukushina pada sebuah kertas berbentuk bintang. Kertas2 tersebut akan di bakar dan abunya akan di bawa oleh para pelajar yang akan berkunjung ke bekas medan perang di Papua New Guinea.

“ Aku tak dapat menciptakan perdamaian dunia atau berbuat sesuatu yang besar. Aku hanya melakukan hal yang sangat kecil, tapi membawa makna yang besar bagi hidupku” demikian kata penutup dari Lindy.

Sumber : ABC Australia
Diterjemahkan oleh : Fey Down

Facebook Comments

About fey down

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif