Home » SOSIAL BUDAYA » Motivasi dan Inspirasi » Inspirasi » Kisah Nyata » Di Negeriku Penampilan Kadang Jadi Ukuran

Di Negeriku Penampilan Kadang Jadi Ukuran

sombongKisah ini terjadi pada tahun 2012 tepatnya bulan Agustus.

Pembeli adalah raja, demikian istilah yang sering kita dengar di jaman dahulu. Kini istilah itu kurang berlaku karena kebanyakan dari mereka yang bekerja melayani pembeli sering kali memilah dan memilih. Walau tidak semua seperti mereka, tapi kebanyakan begitu adanya.

Jika tampilan seorang pembeli sangat sederhana, mereka melayani setengah hati. Jika yang datang berpenampilan sangat ok, misalnya dengan perhiasan bererot, tas bermerk , berdandan rapi, maka dijamin anda akan dilayani dengan sangat ramah. Hal ini terjadi bukan hanya di apotik, tapi juga di mall dan tempat lainnya.

Sudah beberapa hari saya berada di Indonesia bersama suami. Lalu pagi tadi saya pergi sendiri ke sebuah apotik yang namanya sangat terkenal (sebut saja apotik X). Saya naik motor dudul, pakai Tshirt dan celana sedengkul , menggengam hp jadul.

Dua wanita cantik melayani setengah hati, tiap saya bertanya jawabnya ogah ogahan. Tak satupun yang datang mendekat bicara dengan saya . Senyumpun mereka tak suka. Kadang mereka pura pura sibuk keluar masuk ruangan padahal saat itu tak ada pelanggan. Dalam hati saya berkata ” Sabar , sabar” Mungkin karena penampilan saya terlalu sederhana, maka mereka malas melayani.

Berhubung obat yang saya cari namanya agak mirip, karena takut salah sayapun telpon suami. Cas cis cus bicara sebentar, saya melihat dua wanita tadi saling pandang pandangan. Selesai menelpon, serempak mereka menghampiri saya dan tersenyum manis sekali. Salah satu dari mereka berkata :

Boleh minta no hp dan alamat rumah bu? Wah ini obat dari luar ya bu? Kita ada sih persediaan tapi ada di cabang lain. Memang kebanyakan yang pakai orang asing. Nanti kita antar ya bu? Ibu perlu berapa ?” Pokoknya super manis deh cara bicaranya, nyerocos ngga pake koma. Sungguh beda ketika saya baru datang, juteknya bukan kepalang.

Berhubung hati sudah BT duluan, sayapun berujar
” Maaf, saya tak jadi beli.” Mereka bengong , lalu dengan santai saya nyelonong pergi. Dalam hati
” Emangnya apotik cuma satu ? “

Sambil berjalan pulang, saya terbayang apotik kecil di dekat rumah kami di Australia. Betapa ramahnya mereka melayani, padahal saya datang pakai sendal jepit dan rambut di kuncir acak acakan. Mengapa negeriku yang terkenal orangnya ramah tamah jadi banyak yang jutek begini…

Orang orang yang bekerja melayani pembeli tak perlu membeda-bedakan hanya karena penampilan. Jika mereka melayani dengan baik, tentu pelanggan akan datang lagi bahkan tanpa diminta mereka rela menyampaikan pada yang lain bahwa pelayanan ditempat tersebut baik sekali.

Sayapun mencari apotik lain yang tak jauh dari tempat tersebut. Apotik yang biasa biasa saja, tapi pelanggannya banyak sekali. Begitu masuk, seorang gadis cantik menyapa dengan ramah dan bertanya ” Ibu ada yang bisa saya bantu.”

Ia menjawab dengan manis setiap pertanyaan yang saya ajukan. Ketika saya salah menyebutkan nama obat dan ia harus menukar obat yang sudah dibawa, sayapun segera minta maaf. Dengan senyum manisnya si gadis bilang” Tak apa apa koq bu, tenang aja lagi.”

Ada lagi kisah teman orang Indonesia yang bekerja di perusahaan minyak Amerika. Waktu itu dia sedang berlibur ke Jogja bersama istri bule nya. Ketika jalan sendiri ke sebuah butik (istri nunggu di hotel). Ia memakai baju biasa saja, celana pendek, tshirt dan sandal jepit.

Niatnya ingin beliin jeans untuk istri tercinta, lalu masuk kedalam butik . Ada penjaga butik tak menyapa sama sekali tapi hanya melihat si bapak ini dari atas kebawah. Ketika si bapak megang salah satu jeans, si penjaga berkata :

” Mas, jangan dipegang pegang , itu jeans mahal tuh!”

Dipandang sejenak si penjaga butik dan sibapak berujar :

” Mbak..lain kali yang sopan sama pembeli. Jangankan cuma jeans mahal, butik ini bisa gue beli!” Dia pun ngeloyor pergi.

Menurut pendapat saya, sombong memang tidak baik, tapi jika diperlakukan sembarangan hanya karena penampilan, tak masalah deh sombong dikit, namanya SOMBONG KEPEPET.

Facebook Comments

About fey down

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif