Home » SOSIAL BUDAYA » Motivasi dan Inspirasi » Inspirasi » Resolusi » Tak Perlu Menunggu Kaya Untuk Beli Pertamax

Tak Perlu Menunggu Kaya Untuk Beli Pertamax

pertamax
Sudah hampir setahun ini, saya mencoba mengisi sepeda motor kesayanganku dengan Pertamax. Ternyata tidak berdampak apa-apa dengan kehidupan saya. Saya tetap bisa makan 3 kali sehari demikian pula dengan keluarga saya. Anak-anak juga tetap sekolah dengan lancar tanpa pernah menunggak biaya sekolah bulanan. Semua berjalan lancar-lancar saja. Karena saya yakin yang menentukan lancar tidak kehidupan bukan BBM melainkan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.

Teman-teman di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen juga ada yang sudah sejak lama mengisi sepeda motornya dengan pertamax. Tak terjadi apa-apa dengan hidup mereka. Bahkan kadang-kadang mereka juga masih kuat untuk makan di rumah makan.

Ini tidak berarti saya mendukung kenaikan harga BBM di negeri penghasil BBM ini – Tapi kalau pemerintah mau menaikkan harga BBM silahkan saja ! — Semua ini hanya bentuk kecintaan saya kepada negeri ini, yang hingga saat ini belum mampu mengolah minyak mentah di dalam tanah menjadi produk siap pakai seperti premium, pertamax, dan lain-lain. Padahal banyak perguruan tinggi membuka jurusan teknik pertambangan, teknik kimia, perminyakan dan teknik-teknik lainnya. Ironisnya, tetap saja belum mampu mengolah minyak mentah sendiri.

Namun demikian saya tetap percaya, suatu saat Indonesia bisa menghancurkan berhala ketidakmampuan ini!

Facebook Comments

About Romi Febriyanto Saputro

2 comments

  1. setuju ayah Romi asal barang nya ada gak masalah udah naik barang langka nah itu yang jadi kendala bikin mumet masyarakat aja

  2. aditya anggryawan

    :travel ntar kalau saya jadi presiden tak buatin perusahaan BUMN yang bisa buat ngolah minyak mentah menjadi Bensin biar gak perlu eksport, import bikin biaya jadi mahal..
    itu semua juga imbas dari banyaknya bantuan atau pinjaman dari luar negeri #pengamatan :cd: :cd:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
https://www.ketikketik.com/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif